Share

Menikmati Kahyangan Api Sambil Selfie di Pohon Jati

Bojonegoro, 16/8 (Media Center) – Lokasi objek wisata api abadi Kahyangan Api di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tidak hanya semakin “menor” dengan adanya berbagai pembenahan.

Lebih dari itu, mengunjungi api abadi yang pernah dimanfaatkan untuk lokasi pengambilan api PON 2000 itu, juga dilengkapi dengan kamar kecil yang unik berupa bangunan buatan mirip pohon jati terpotong.

“Saya hanya sebatas sebagai pengelola karena menang tender sebesar Rp2 juta selama setahun,” kata penjaga kamar kecil bangunan pohon jati di objek wisata Kahyangan Api di Bojonegoro Sugiharto, kepada kanalbojonegoro, Minggu (15/8).

Ia mengaku mengelola kamar kecil berupa bangunan pohon jati buatan dengan ukuran yang cukup besar itu sejak Maret lalu. Di lokasi setempat, selain kamar kecil bangunan pohon jati, juga ada kamar kecil di masjid (dua kamar kecil) dan di sumur “blekutuk” (dua kamar kecil).

“Dua lokasi kamar kecil lainnya bukan saya yang mengelola. Dulu juga ditenderkan,” ucapnya menjelaskan.

Di lokasi bangunan pohon jati itu, dilengkapi dengan empat kamar kecil masing-masing dua kamar kecil untuk perempuan dan laki-laki. Maklum karena bangunan masih baru lokasi kamar kecil bangunan pohon jati itu cukup bersih.

“Saya datang ke sini hanya Sabtu dan Minggu. Perolehannya ndak mesti, ya sekitar Rp70 ribu sampai Rp80 ribu,” ucapnya ketika ditanya pendapatannya dari mengelola kamar kecil itu.

Meski kamar kecil, lanjut dia, pengunjung banyak yang berselfie di depan kamar kecil bangunan berupa pohon jati itu, selain di depan api abadi Kahyangan Api.

Dimintai konfirmasi terpisah petugas penjaga Kahyangan Api dari Disbudpar Bojonegoro Sarji menjelaskan pengunjung objek wisata Kahyangan Api semakin meningkat dibandingkan pengunjung tahun lalu.

“Peningkatannya dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. Sekarang bisa mencapai 700 wisatawan domestik (wisdom) setiap libur akhir pekan, bahkan lebih kalau hari libur penting seperti Hari Raya Idul Fitri,” tandasnya.

Mengenai pengunjungnya, lanjut dia, dari berbagai daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah, selain pengunjung lokal. “Rata-rata pengunjung ingin melihat api dan bersantai,” ucapnya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pariwisata Disbudpar Bojonegoro Tri Inmiarta menjelaskan pengunjung tiga objek wisata yang dikelola pemkab tahun ini semakin meningkat dibandingkan tahun lalu.

Tiga objek wisata itu yaitu objek wisata air Dander di Desa Dander, Kecamatan Dander, Kahyangan Api di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem dan Waduk Pacal di Kecamatan Temayang.

Menurut dia, meningkatnya pendapatan objek wisata itu karena adanya kenaikan tiket masuk tiga objek wisata itu yang semula Rp3.000 per orang, masing-masing menjadi Rp7.500 (kahyangan api), Rp9.000 (Dander) dan Rp5.000 (Waduk Pacal).

“Naiknya tiket masuk karena adanya pembenahan fasilitas di tiga objek wisata itu,” ucapnya menambahkan. (*/mcb)

Leave a Comment