Share

Menikmati Kuliner Tradisional di Pasar Sorgreng Tepi Bengawan Solo

Bojonegoro, Media Center – Pasar Sorgreng di pinggir sungai Bengawan Solo, tepatnya di Kelurahan Ledok Kulon, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro jadi destinasi wisata kuliner. Minggu (27/09/2020), banyak wisatawan lokal yang datang dan berburu kuliner tradisional.

Pasar Sorgreng buka setiap hari Minggu mulai pukul 0600. Pasar ini sangat dirasakan manfaatnya oleh warga Ledok Kulon. Karena sangat membantu perekonomian warga di tengah sulitnya ekonomi akibat pandemi covid-19.

Salah satu penjual makanan, Bu Ida menuturkan bahwa dulu Pasar Sorgreng adalah tempat pembuangan sampah. Namun warga Ledok Kulon, khusunya RT 2 yang sering datang sekedar bermain dan merasakan suasana sejuk. Maka warga dan Karang Taruna mempunyai ide untuk menyulapnya jadi tempat makan.

“Muncullah Pasar Sorgreng. Selain mengubah tempat yang dulunya tempat sampah menjadi tempat yang lebih berguna juga bernilai ekonomi yang dapat dirasakan langsung oleh warga setempat,” terangnya.

Bu Ida sapaan akrabnya juga mejelaskan bahwa hampir setiap akhir pekan, masih ramai pengunjung para penikmat kuliner “Alhamdulillah, pengunjung masih ramai meskipun dalam masa pandemi,” katanya. Setiap hari Minggu jika pengunjung ramai dapat meraup uang dari hasil menjual sego buwohan sebesar Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu.

Sementara itu, salah satu pengunjung Nuri Fina dari Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas mengatakan senang dan tertarik sekali berkunjung ke Pasar Sorgreng karena suasananya yang sejuk. “Suasana di tepi sungai enak dirasa untuk santap kuliner dan harga makanan disini juga sangat terjangkau,” tuturnya.

Di pasar sorgreng sendiri menjual berbagai makanan tradisioanl seperti es dawet, es jenang grendul, sego buwohan dan makanan lainnya, proses transaksi pun juga terbilang unik, karena menggunakan koin.

Pengunjung dapat menukarkan uang dengan koin yang nominalnya mulai dari Rp 2.000, Rp 4.000, hingga Rp 10.000 di loket pintu masuk. Pengunjung juga dapat menukar kembali dengan uang tunai jika uang koin tersebut tidak habis dijajakan. Selain itu ada juga jasa penyewaan tikar bagi warga yang berkunjung dengan keluarga hanya dengan membayar Rp 4.000 di setiap tikarnya serta tersedia wahana tempat mainan bagi pengunjung yang membawa anaknya.(FIF/NN)

Leave a Comment