Share

Lezatnya Bebek “Bugil Bloko Sutho” Baureno Bojonegoro

Bojonegoro, 16/10 (Media Center) – Di berbagai restoran, warung, juga pedagang kaki lima, sekarang ini banyak menawarkan sajian bebek goreng lengkap dengan sambal dan lalapan.

Menu yang satu itu menjadi menu istimewa, karena rasanya yang lezat, tidak hanya di Bangkalan, Madura, yang terkenal dengan menu bebek Sinjai, tapi juga di Kecamatan Baureno, Bojonegoro, Jawa Timur.

“Tidak hanya bebek gorengnya yang lezat dan enak, tapi sambal juga lalapannya cukup nggeh,,,karena ada daun ketela (cemeding),” kata seorang warga Kelurahan Klangon, Kecamatan Kota, Bojonegoro, Koko Sujatmiko, yang sedang menikmati bebek goreng bugil di Baureno bersama dengan anak dan temannya, pekan lalu.

Ketika itu, Koko menikmati menu bebek goreng satu ekor utuh , dilengkapi dengan sambal dan lalapan, masih ditambah tempe goreng juga es jeruk. Dengan menu itu ia hanya mengeluarkan uang Rp50 ribu.”Sangat murah sekali, sebab menu satu ekor bebek goreng dimakan bertiga lebih dari cukup,” ucapnya menegaskan.

Bahkan, anaknya yang masih duduk kelas VI di MIN Kepatihan, Kecamatan Kota, dengan lahap menghabiskan beberapa potong bebek goreng, karena harus menambah nasi satu piring lagi.”Memang anak saya tergolong suka makan,” ucapnya sambil tersenyum.

Meski warung bebek bugil di kaki lima, namun pembelinya beragam tidak hanya kalangan bawah, akan tetapi juga kalangan atas.

Sebagaimana dijelaskan pemilik warung bebek bugil Baureno, Bojonegoro Imam Taufik, bahwa dirinya membuka bebek goreng di lokasi setempat baru sekitar setahun.

Tapi ia sudah mampu menjual rata-rata sekitar 25 ekor bebek per harinya dengan pelanggan tidak hanya lokal, tapi juga dari luar daerah yang kebetulan melewati jalur jalan raya tempatnya mangkal berjualan.

“Ada juga pembelinya warga luar kota yang kebetulan lewat jalan ini,” jelas dia.

Ia mengaku bebek yang dijual di warungnya bukan bebek potong, tapi bebek rumahan yang dikembangkan warga secara intensif.

Oleh karena itu, menurut dia, rasa bebek rumahan lebih gurih dibandingkan dengan bebek potong yang biasa diternak peternak.
“Rasa bebek rumah lebih gurih dan selama ini saya tidak kesulitan memperoleh bebek rumahan,” tandas dia yang juga memberikan nama warungnya bebek “bloko sutho”.

Dalam menjual menu bebek goreng, Imam Taufik mematok harga Rp20.000 per porsi dengan bebek goreng yang cukup besar ditambah tempe dan tahu, juga lalapan yang dilengkapi sambal.

Ditanya keahliannya membuat menu bebek goreng, ia menjelaskan diperoleh ketika berjualan makanan di Jakarta, bahkan juga ke Bali bersama-sama temannya sejak reformasi di zaman Orde Baru pada 1998.

“Saya semula bekerja di sebuah perusahaan, tapi kemudian tutup ketika reformasi. Bersama teman kemudian berjualan makanan di Jakarta, juga ke Bali, sebelum akhirnya kembali ke kampung halaman juga berjualan makanan,” katanya.

Ia optimistis prospek bebek gorengnya cukup cerah, terbukti hanya sekitar 1 tahun berjualan sudah banyak pelanggannya.”Bebek goreng saya ini tidak hanya diminati warga pedesaan, tapi juga warga perkotaan,” ucapnya. (*/mcb)

Leave a Comment