Share

Menristek Akan Tambah Dosen “Science” dan Teknologi Luar Negeri

Bojonegoro, 3/6 (Media Center) – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Prof. Mohamad Nasir berencana akan menambah dosen “science” dan teknologi dari luar negeri untuk mengajar di Perguruan Tinggi (PT) di Tanah Air.

“Kalau memang anggaran masih tersedia kami akan menambah dosen luar negeri untuk mengajar di Indonesia,” kata dia di Bojonegoro, Minggu (3/6).

Dosen luar negeri yang akan didatangkan untuk mengajar itu, lanjut dia, dosen “scince” dan teknologi, sebagai upaya mendorong percepatan peningkatan perekonomian di Indonesia.

“Tapi seharusnya dosen dari luar negeri menetap di Indonesia, minimal 2 tahun agar dalam mengajar bisa menghasilkan lulusan S1,S2 atau S3 secara maksimal,” ucapnya/

Saat ini, ia memperkirakan sudah ada berkisar 150-200 dosen luar negeri yang mengajar di Perguruan Tinggi di Tanah Air, tapi dosen asal luar negeri itu tidak menetap dengan waktu lama.”Mereka datang kemudian mengajar menetap hanya sekitar 2 bulan,” katanya.

“Saya tidak ingin kasus radikalisme masuk kampus, jadi harus diusut tuntas termasuk pengelola universitasnya harus bertanggung jawab,” kata dia menanggapi kasus di kampus Universitas Riau (UNRI), dengan ditemukannya dua bom pipa besi dan bahan peledak triacetone triperoxide (TATP).

Di Bojonegoro, ia memberikan kuliah umum untuk mahasiswa Institut Agama Islam Sunan Giri (IAIS) dan UNUgiri. Selain di memberikan kuliah umum di IAIS dan UNUgiri, Prof. Mohamad Nasir juga mengunjungi Pondok Pesantren Talun di Desa Talun, Kecamatan Sumberrejo. (*/mcb)

Leave a Comment