Share

Mensesneg RI: Indonesia Butuh Inovator Unggul

Pratikno menyatakan, bahwa masalah di republik ini tidak akan selesai oleh para pejabat saja, namun juga membutuhkan inovator unggul dan kewirausahaan. Menurutnya, normalnya Indonesia harus memiliki 10% wirausahaan dari total jumlah penduduk. Dalam lawatannya kali ini, Pratikno membagi pemikirannya. Ia menekankan bahwa mencetak tenaga yang santun dan berani merupakan langkah penting untuk mencetak generasi yang handal untuk masa depan Indonesia.

Bojonegoro (Media Center) – Setelah resmi dilantik dan dikukuhkan dalam jajaran Kabinet Indonesia Hebat dibawah kepemimpinan presiden terpilih Joko Widodo beberapa waktu lalu, Profesor Doktor Pratikno menyempatkan diri untuk mengunjungi tanah kelahiran di Bojonegoro yakni di Desa Dolokgede Kecamatan Tambakrejo.

Mantan Rektor Uninersitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta ini didampingi istri memulai napak tilas dengan menemui ibunya yang bermukim di Desa Dolokgede Kecamatan Tambakrejo. Kegiatan lawatan di tanah kelahiran ini dilanjutkan dengan acara peletakan batu pertama pembangunan masjid Dolokgede.

Tidak hanya itu saja, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) ini kembali bernostalgia dengan guru dan tenaga pendidik di SMP 1 Padangan yang menjadi sekolahnya dulu di bangku SLTP. Perjalanannya dilanjutkan dengan mengunjungi Sekolah Menengah Atas (SMA) negeri 2 Bojonegoro yang juga almamaternya.

Setibanya di SMAN 2 Bojonegoro, Mensesneg langsung menuju aula untuk melakukan dialog dengan para guru dan siswa SMAN 2 Bojonegoro. Ia menceritakan pilihannya menjadi menteri merupakan pilihan yang berat karena hidupnya yang telah bergelut di dunia pendidikan.

Pratikno menyatakan, bahwa masalah di republik ini tidak akan selesai oleh para pejabat saja, namun juga membutuhkan inovator unggul dan kewirausahaan. Menurutnya, normalnya Indonesia harus memiliki 10% wirausahaan dari total jumlah penduduk.

“Kita baru memiliki kurang dari 1% wirausahawan,” tegasnya.

Dalam lawatannya kali ini, Pratikno membagi pemikirannya. Ia menekankan bahwa mencetak tenaga yang santun dan berani merupakan langkah penting untuk mencetak generasi yang handal untuk masa depan Indonesia.(humas/**mcb)

Leave a Comment