Share

Menteri Pertanian Saksikan Panen Padi Lahan Banjir Bojonegoro

Bojonegoro (Media Center)  – Menteri Pertanian Amran Sulaiman,  menyaksikan panen tanaman padi di lahan banjir luapan Bengawan Solo di Desa Tambahrejo, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dengan mesin pemanen tanaman padi, Sabtu (5/3).

Amran Sulaiman, dengan didampingi Bupati Bojonegoro Suyoto, juga menyerahkan bantuan traktor tangan kepada petani.

“Lahan tanaman padi di desa ini yang panen 165 hektare,” kata Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro Akhmad Djupari, kepada Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

Menurut Djupari tanaman padi di desa setempat juga di Baureno, menjadi langganan banjir Bengawan Solo.

“Areal pertanian seluas 3.252 hektare, di 18 desa di Kecamatan Baureno dan Kanor. Selama ini, lahan di kedua kecamatan itu, selalu terendam air banjir luapan Bengawan Solo, yang masuk melalui Kali Inggas,” jelasnya.

Oleh karena itu, ia menjelaskan kalau pintu air terbangun, di Kali Inggas di Desa Lebaksari, Kecamatan Baureno, maka petani di dua kecamatan itu, bisa menanam padi tiga kali, yang selama ini, hanya sekali tanam,” jelas dia.

Ia memberikan gambaran pintu air, yang bisa dibangun di sekitar jembatan Lebaksari, bisa dengan sistem buka tutup.

“Pintu ditutup ketika air Bengawan Solo meluap, sehingga tidak bisa masuk melalui Kali Inggas,” katanya.

Selama ini, menurut dia, petani di dua kecamatan itu, selalu menghadapi banjir di musim hujan, sehingga sering mengalami kegagalan panen tanaman padi.

Berdasarkan perhitungan tiga kali masa tanam padi, katanya, pendapatan petani di kedua kecamatan di daerah genangan banjir luapan Bengawan Solo itu, bisa mencapai Rp324 miliar lebih.

Lebih lanjut ia menjelaskan pola tanam di lahan banjir luapan Bengawan Solo, dengan sistem tanam maju, berkisar Agustus-September. Dengan demikian, petani bisa memanen tanaman padinya berkisar Desember-Januari, sebelum banjir datang.

“Bagi petani di lahan banjir dianjurkan ikut asuransi. Sedangkan bagi petani yang tanaman padinya rusak akibat banjir memperoleh bantuan benih dari APBN 2016,” ucapnya, menegaskan.

Sesuai data, dampak bencana banjir yang terjadi tahun ini, dari luas tanaman padi 75.786 hektare, yang rusak berat 603 hektare, rusak sedang 750 hektare dan rusak ringan 585 hektare.(*/mcb)

Leave a Comment