Share

Menyajikan Aneka Sate, Berdiri karena Pandemi Kini Bisa Kulineran sambil Sedekah

Bojonegoro – Belum genap satu tahun Sate Al Mubarok, kini warung aneka sate yang berdiri karena dampak pandemi itu berhasil meraup omzet empat hingga lima juta rupiah per hari. Warung yang terletak di Jalan Lisman No 18 B, Kecamatan Bojonegoro itu tidak hanya dikenal ramah kantong, tapi sebagian penghasilan juga untuk menghidupi yayasan tahfiz quran.

Letaknya tak jauh dari pusat kota. Halaman parkir juga tergolong luas dengan pepohonan rindang di sekitarnya. Aroma khas sate sudah menyeruak ketika menggunjungi warung milik Rifai, pria asal Banten yang kini menetap di Bojonegoro karena di sinilah dia dipertemukan oleh tambatan hatinya.

Asap mengepul dengan bara api membara di tungku-tungku. Tiga orang perempuan sibuk di dapur. Tugas mereka terbagi dengan baik. Ada yang membakar sate dan ada yang menyiapkan bumbu beserta piring untuk sate.

Rifai mengatakan, warung sate itu juga milik yayasan. Dia bersama dengan rekan, Moch. Chosyi’in sama-sama membuat Sate Al Mubarok lebih terkenal lagi. Tujuannya hanya satu, membuat warga Bojonegoro mengenal sate Al Mubarok yang kini telah menghidupi banyak orang. Sebagian penghasilan dari penjualan sate tak hanya diperuntukkan untuk menghidupi yayasan tahfiz, tapi juga sebagai ladang penghasilan perempuan-perempuan mandiri yang menjadi pegawainya.

“Sebagian besar pekerja kami adalah orangtua tunggal. Total pekerja 12. Tiga di antaranya laki-laki dan yang lainnya perempuan,” tutur Rifai.

Menu yang ditawarkan juga beragam dan ramah kantong. Harga sate tahu dan sate usus Rp 7 ribu per porsi. Untuk sate ayam dan sate pentol Rp 10 ribu per porsi 10 tusuk. Sementara untuk sate mentok, kelinci dan sate bebek Rp 12 ribu per tujuh tusuk. Sedangkan sate sapi dan kambing Rp 35 ribu. Khusus untuk gule kambing Rp 20 ribu.

Semua bahan baku untuk pembuatan sate sengaja mengambil hasil dari Bojonegoro. Mulai dari sate tahu, bakso, ayam, kambing, kelinci, dan sapi. Katanya, dengan memanfaatkan hasil ternak di Bojonegoro seperti mengolah kembali. Dari dan untuk Bojonegoro.

Rifai juga tak berhenti berinovasi. Nasi yang disajikan juga beraneka macam warna. Mulai nasi putih, nasi merah, nasi hijau, dan nasi kuning.

“Semua warna dari bahan alami. Untuk nasi hijau kami menggunakan bayam sebagai pewarna alami. Kelebihan Sate Al Mubarok selain menyediakan beraneka macam menu sate dan nasi warna-warni yaitu es teh harganya cuma dua ribu bisa menambah sepuasnya. Begitu juga dengan nasi. Kalau nasi harganya tiga ribu,” ucap pria berpakaian muslim itu.

Rifai menekankan, kelebihan yang tak kalah penting adalah pembeli sate Al Mubarok juga secara tak langsung turut melestarikan Tahfidzul Quran. Makan sekaligus bersedekah.

“Dalam sehari, kami menjual 350 sampai 400 tusuk sate kambing. Sementara untuk sate ayam bisa mencapai 1.500 hingga 2.000 tusuk. Kami juga menyediakan jasa Aqiqah. Untuk kambing tipe A mulai Rp 1,7 juta, kambing tibe B Rp 1,9 juta dan kambing tipe C Rp 2 juta.”

Untuk Aqiqah tipe A mendapat 250 tusuk sate dan 75 porsi gule, untuk Aqiqah tipe B mendapat 350 tusuk sate dan 100 porsi gule. Sementara untuk Aqiqah tipe C mendapat 500 tusuk sate dan 125 porsi gule kambing.

“Dalam waktu dekat ini, kita akan mengadakan undian berhadiah. Partisipasi pelanggan dibutuhkan dalam agenda ini. Nantinya, struk pelanggan yang telah memesan dua porsi ke atas bisa mendapat kupon untuk mengikuti undian ini. Hadiah undian berupa dua unit sepeda, dispenser serta kompor,” imbuh pria kelahiran 1974 ini. .

Berdirinya sentra kuliner aneka sate di Jalan Lisman, Kecamatan Bojonegoro menjadi berkah sendiri untuk single parent. Salah satunya Ika asal Desa Sidodadi, Kecamatan Sukosewu. Sate Al Mubarok menjadi berkah untuk perempuan mandiri seperti Ika karena bisa menjadi ladang pundi rupiah untuk menghidupi dirinya di tengah pandemik.

“Saya sangat beruntung sekali bisa bekerja di sini. Harapannya, warung ini bisa bertahan lama dan banyak yang mengenal sate Al Mubarok.”

Hal yang sama juga dirasakan oleh Arum. Perempuan asal Desa Sidobandung, Kecamatan Balen ini juga menjadi pegawai bersama ibunya. Dia berharap, dengan adanya aneka macam menu sate di satu tempat seperti Sate Al Mubarok, bisa menambah destinasi kuliner di wilayah perkotaan. (cs/*)

FB : Warung Sate & Gule Al Mubarok
Nomor : 082332622172

Leave a Comment