Share

Meriah, Grebeg Berkah Jonegaran Dihadiri Ribuan Warga

Bojonegoro, 20/10 (Media Center) – Grebeg Berkah Jonegaran yang menjadi puncak Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke 340 di alun-alun Bojonegoro, berlangsung meriah, Kamis (19/10/2017) malam. Ribuan warga Kabupaten Bojonegoro dari pelosok desa tumpek blek.

Upacara Grebeg Berkah Jonegaran ditandai dengan arak-arakan gunungan yang berisi berbagai macam produk hasil pertanian setinggi 1,75 meter. Kemudian diringi gunungan dari 28 kecamatan yang juga berisi produk hasil pertanian.

Kemudian diikuti iring-iringan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) beserta istri, Camat se Kabupaten Bojonegoro, dan para kepala desa. Mereka mengenakan pakaian Jawa mengitari alun-alun Bojonegoro.

Di susul kemudian Bupati Bojonegoro, Suyoto dan Wakil Bupati Setyo Hartono beserta istri, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), pimpinan dan anggota DPRD.
Di hadapan ribuan warganya, Bupati Suyoto menceritakan sedikit tentang sejarah berdirinya Bojonegoro. Menurut dia, ratusan tahun yang silam Bojonegoro adalah sebuah lautan. Karena itu banyak ditemukan benda-benda bersejarah berupa tulang-tulang hewan purba.

Dalam sejarah, lanjut bupati, Nganjuk dulu juga masuk Bojonegoro ketika masih bernama Rajekwesi. Terjadinya pergantian nama dari Rajekwesi tidak lepas peran Raden Tumenggung Sosrodiningrat (1821-1823).

Pergantian nama itu, kata bupati, merupakan hasil kompromi dengan Belanda yang mengandung arti bahwa Bojonegoro adalah tempat mencari makan bersama. Menurut dia, dulu Belanda tidak berhasil menaklukkan Sosrodiningrat.

Selain itu, bupati yang akrab disapa Kang Yoto itu juga menceritakan keberhasilan Bojonegoro yang berhasil keluar dari sepuluh kabupaten termiskin di Jatim. Keberhasilan ini tidak lepas dari semua elemen masyarakat Bojonegoro yang bersama-sama mensukseskan dan mendukung program pemerintah kabupaten.

“Dulu tidak ada orang yang rekreasi ke texas Wonocolo, Bukit Tono, atau Bukit Cinta. Tapi tahun lalu sudah ada 700 ribu wisatawan yang datang ke sana. Ini akan terus kita kembangkan agar jumlah wisatawan yang datang ke Bojonegoro meningkat,” ungkap bupati dua periode tersebut.

Menurut bupati, meski Bojonegoro memiliki banyak keterbatasan, namun semua itu dapat ditaklukan bersama-sama dengan tekad dan semangat kuat.

“Dulu banyak anak yang tidak sekolah, sekarang anak di Bojonegoro sekolah semua. Dulu banjir menjadi momok yang menakutkan, sekarang menjadi tempat rekreasi, Dulu perguruan silat bikin takut masyarakat, sekarang guyub dan rukun. Itu semua hanya ada di Bojonegoro,” ujar Kang Yoto disambut tepuk tangan meriah.

“Karen itulah kenapa hari jadi tahun ini kita mengambil tema Bersatu Melangkah Maju,” lanjut Kang Yoto.

Pada kesempatan tersebut Kang Yoto juga memberikan penghargaan kepada beberapa orang-orang yang berjasa kepada Bojonegoro. Di antaranya warga Karangsono yang sudah mau menghibahkan tanahnya untuk Gedung SD, Kyai Alamul Huda tokoh agama yang berhasil mencipatkan persatuan, Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S Bintoro yang berasil mendirikan Kampung Pesilat, Komandan Kodim 0813.

Kemudian Letkol Inf. Herry Subagyo, dr Suraya yang mendedikasikan hidupnya di bidang kesehatan, dan Ali Fatikin yang sudah pension tapi masih mengabdikan dirinya kepada dunia pendidikan.

“Penghargaan ini bukan dari saya, tapi atas nama rakyat Bojonegoro,” tegas Kang Yoto.

Grebeg Berkah Jonegaran yang ke empat kalinya ini merupakan bentuk rasa syukur masyarakat kepada Allah SWT atas berkah hasil bumi yang sudah diberikan. Dalam kegiatan ini warga membawa tumpeng dan kemudian dibrencah di makan bersama-sama. Warga baru membubarkan diri hingga acara dan hiburan berakhir.(*dwi/mcb)

Leave a Comment