Share

Meriahkan HJB, Pemkab Bojonegoro Gelar Lomba Memahat di Pegunungan Kapur

Bojonegoro, 8/10 (Media Center) – Memeriahkan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-34, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, menggelar lomba memahat di tebing bekas lokasi penggalian batu kumbung di Kecamatan Baureno, pada 28 Oktober.

“Lomba memahat patung di tebing pegunungan kapur ini pertama kali digelar. Di HJB tahun-tahun sebelum belum pernah diselenggarakan,” kata Ketua Panitia HJB ke-341 Pemkab Bojonegoro Dandy Suprayitno, di Bojonegoro, Senin (8/10).

Menurut dia, kegiatan lomba memahat patung di kawasan pegunungan kapur itu dilaksanakan bekerja sama dengan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Pesertanya umum, tapi dalam kegiatan itu dari ISI juga akan ikut memahat patung di kawasan setempat.

“Maksud kami kawasan itu, akan kami jadikan mirip kawasan di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Bali,” katanya menjelaskan.

Kegiatan itu, lanjut dia, merupakan rangkaian kegiatan HJB ke-341 yang masuk pengembangan “Geopark” Nasional hamparan minyak bumi. Pemkab setempat menggelar kegiatan ini dimaksudkan untuk berusaha mencari ikon yang bisa mengangkat potensi Bojonegoro.

Selain kegiatan itu, kata dia, HJB ke-341 juga akan dilaksanakan berbagai kegiatan budaya dan seni dengan puncak acara “Grebeg Berkah Jonegaran” pada 19 Oktober.

Kegiatan yang sudah mulai dilaksanakan yaitu menulis sejarah “Bedander”. Lomba menulis sejarah “Bedander” itu merupakan hasil penelusuran panitia bahwa daerahnya memiliki ikatan yang kuat dengan Kerajaan Majapahit.

Di dalam ceritera yang berkembang bahwa Raden Wijaya, juga Patih Gajahmada, pernah singgah di Desa Dander, Kecamatan Dander.

“Penulisan sejarah ini untuk menggali kemungkinan ada kisah lain yang menunjukkan cikal bakal Bojonegoro yang lebih benar,” ucapnya.

Selain lomba memahat tebing pegunungan kapur, kegiatan lain turut digelar untuk memeriahkan HJB ke-341. Diantaranya adalah “Festival Bengawan” di Bengawan Solo, yang akan digelar 18-21 Nopember, pawai budaya pada 12-14 Oktober, “Tour De Bojonegoro” 4 November, dan duta batik pada 10 November.

kegiatan HJB ke-341 akan ditutup dengan pergelaran seni dan budaya pada pada 31 Desember, salah satunya pertunjukkan Wayang Thengul.”Puncak acara HJB ke-341 tetap “Grebeg Berkah Jonegaran” pada 19 Oktober,” katanya.(*mcb)

Leave a Comment