Share

BPD Gayam Bojonegoro Gelar Musdes TKD

Bojonegoro (Media Center) – Badan Permusyawarahan Desa (BPD) Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (1/12) menggelar musyawarah desa (musdes), sebagai tindak lanjut hasil rapat koordinasi yang digelar bersama ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), SKK Migas, dan jajaran pemkab, Senin (30/11).

“Sesuai keputusan, musdes hari ini belum bisa  menunjuk calon pengganti TKD Gayam,” kata Camat Gayam, Hartono.

Hasil dari musdes tersebut diantaranya,  Pemdes Gayam menolak hasil rekomendasi tanah calon pengganti TKD Gayam dari EMCL, No: L- MCJK – GOBJ – 15 – 1452, tanggal 6 November.

“Persyaratan langsung untuk tanah pengganti TKD Gayam yang berupa lahan pertanian/sawah,” lanjutnya.

Dari kesepakatan kedua itu, juga memiliki kriteria diantaranya berlokasi di dalam wilayah Desa Gayam. Apabila tanah pengganti diluar Desa Gayam, harus berada di dalam wilayah Kecamatan Gayam yang diproses sesuai aturan yang berlaku.  Memiliki luas sekurang – kurangnya 19,8 hektare.

“Tanah berbentuk hamparan (menyatu dalam satu lokasi sekurang – kurangnya seluas 10 hektare disetiap lokasi),” lanjutnya.

Dan terakhir, harus memiliki kelengkapan surat bukti kepemilikan hak atas tanah yang sah dan lengkap.

Hartono mengungkapkan, kesepakatan selanjutnya adalah persyaratan tidak langsung (menyusul) untuk tanah pengganti TKD Gayam yang berupa lahan pertanian/sawah.

Kesepakatan ketiga itu juga memiliki kriteria diantaranya, memiliki fasilitas pendukung untuk pengairan (cadangan air) dimusim kering/kemarau, fasilitas pendukung tersebut tidak termasuk di dalam luasan tanah pengganti.

“Apabila dalam lokasi tanah pengganti tidak tersedia fasilitas pendukung untuk pengairan maka harus disediakan fasilitas yang dimaksud,” tambahnya.

Memiliki kualitas tanah yang dapat mendukung kegiatan pertanian padi 2 (dua) kali dalam setahun.  Memiliki akses (penghubung) dengan jalan utama (poros) desa atau terletak di samping jalan desa, dan kondisi tanah pengganti TKD Gayam harus sudah merupakan tanah yang siap produksi pertanian siap tanam.

Kesepakatan keempat adalah persyaratan langsung untuk tanah pengganti TKD Gayam yang berupa lapangan sepak bola desa telah ditetapkan beberapa kriteria diantaranya berlokasi di dalam Desa Gayam, luas minimal mencukupi ukuran lapangan sepak bola berikut fasilitasnya.

“Memiliki kelengkapan surat bukti kepemilikan hak atas tanah yang sah dan lengkap,” tandasnya.

Kriteria selanjutnya, lokasi berdekatan atau maksimal 100 meter dari lokasi dari Lapangan sepak bola Desa Gayam yang saat ini digunakan untuk kegiatan hulu minyak dan gas bumi proyek Banyuurip.

“Terakhir, EMCL agar memberikan rekomendasi hanya 1 (satu) calon tanah pengganti TKD Gayam,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Musdes ini digelar untuk mendapatkan lahan pengganti untuk Tanah Kas Desa seluas 13,5 Hektar yang digunakan untuk pengembangan Lapangan Banyuurip, Blok Cepu.(dwi/*mcb)

Leave a Comment