Share

Musim Kemarau, Petani Mlaten Coba Tanam Kubis

Bojonegoro (Media Center) – Memasuki musim kemarau tahun ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, melalui BPBD telah menetapkan status darurat kekeringan. Meski begitu, masih ada masyarakat yang mendapatkan sisa-sisa air dari sumber terdekat baik sungai maupun sumur bor.

Seperti yang terjadi di Dusun Mlaten, Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, beberapa petani masih mengandalkan air dari sumur bor meski kapasitasnya tidak melimpah seperti sebelumnya.

Salah satu buruh tani di desa setempat, Bayu (35), mengungkapkan, sawah yang digarapnya tidak lagi ditanami palawija seperti lainnya. Pemilik sawah justru berspekulasi menanam tanaman yang biasanya tumbuh di daerah pegunungan yakni kubis.

“Bibitnya diambilkan dari Jember,” kata pria asal Desa Ngampel, Kecamatan Kapas ini.

Dia menyampaikan, lahan yang ditanami kubis ini luasnya mencapai dua hektar. Sementara untuk pengairan diperkirakan hanya mencukupi hingga bulan Oktober saja.

“Kalau dihitung, kebutuhan air untuk kubis tidak terlalu banyak. Ya cukuplah sampai masa panen,” ujarnya.

Dia mengatakan, tanaman kubis ini sudah berusia 29 hari. Masih ada 70 hari atau 2 bulan lagi untuk bisa memanen sayuran yang lazimnya berada di dataran tinggi ini.

“Ya namanya dicoba, kalau gagal tanam yang lainnya aja,” imbuhnya dengan semangat.(dwi/*mcb)

Leave a Comment