Share

Nelayan Nomaden Bengawan Solo Temukan Jangkar Kuno

Bojonegoro, 10/9 (Media Center) – Seorang nelayan nomaden Bengawan Solo asal Desa Simo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menemukan jangkar kuno berikut rantai berbahan besi di perairan Bengawan Solo di Bojonegoro.

Ketua Dewan Kepurbakalaan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Ali Syafaat, Sabtu (10/9), menjelaskan, jangkar kapal kuno dengan tinggi 110 centimeter lebar 84 centimeter berikut rantai sepanjang 30 meter ditemukan pertengahan Agustus lalu.

Ketika itu, katanya, nelayan asal Desa Simo, Kecamatan Soko, Tuban, yang sedang menjala ikan di Bengawan Solo jalanya terkait jangkar itu. “Lokasi nelayan itu menjala ikan di Desa Mulyoagung, Kecamatan Kota, Bojonegoro,” jelas dia.

Untuk selanjutnya, katanya, jangkar berikut rantai itu dibawa pulang dan diamankan Dewan Kepurbakalaan dua hari lalu. “Kami memberi imbalan jasa kepada penemunya Rp1,5 juta,” ucapnya menambahkan.

Menurut Ali, jangkar besi dilengkapi dengan rantai dengan panjang sekitar 30 meter itu berasal dari kapal di zaman “Verenigde Oost Indische Compagnie” (VOC).

“Besi jangkar memiliki ketebalan sekitar 4 centimeter. Melihat bentuknya sepertinya jangkar berikut rantai itu dari kapal di zaman VOC,” tuturnya.

Menurut dia, temuan jangkar berikut rantai itu hampir ada kesamaan dengan temuan kapal berbahan besi juga di perairan Bengawan Solo di Desa Ngraho, Kecamatan Gayam, beberapa tahun lalu.

Kapal temuan berbahan besi itu memiliki panjang 30 meter lebar 6 meter di Bengawan Solo, sekarang diamankan warga setempat.

“Ada kemungkinan jangkar temuan itu menjadi kelengkapan kapal kuno di Desa Ngraho, Kecamatan Gayam,” katanya menegaskan. (*/mcb)

Leave a Comment