Share

“Ngabuburit” Di Bendung Gerak

Bojonegoro, 30/5 (Media Center) – Banyak cara menghabiskan waktu menunggu berbuka puasa. Selain dengan membaca Alquran, berkumpul dengan keluarga, bagi-bagi takjil, bisa juga seperti yang terlihat di Bendung Gerak.

Sejumlah anak muda menghabiskan waktu ngabuburit dengan cara berkumpul melihat pemandangan sore. Mereka bergerombol di tepian sungai Bengawan Solo, terlihat saling bercerita dan bercanda.

Ada juga yang bergerombol di bawah jembatan penghubung desa Ringinrejo, Kecamatan Kalitidu dengan Desa Padang, Kecamatan Trucuk itu. Dengan duduk di atas sepeda motor. Sebagian lain bergerombol di tepian jembatan yang melintas di atas sungai terpanjang di Pulau Jawa.

Bendungan tersebut memiliki banyak fungsi, diantaranya, sebagai pengendali banjir, irigasi pertanian, penyedia air baku bagi industri dan rumah tangga juga sebagai salah satu tempat wisata. Pembangunan Bendung Gerak di Desa Ringinrejo dan Desa Padang ini menelan biaya sekitar Rp351 miliar.

Keberadaan Bendungan Gerak ini juga sekaligus menjaga dari kerusakan ekosistem sungai Bengawan Solo supaya tidak meluas ketika banjir menerjang dan sebagai bentuk tata kelola air di Jawa Timur. Lokasi tepian sungai yang luas sehingga menjadi daya tarik tersendiri sebagai tempat berkumpul.

Ekonomi kerakyatan ditempat itu juga berjalan. Beberapa warung mulai dibangun secara permanen dengan menggunakan bahan kayu. Ada juga yang memanfaatkan momen Ramadan dengan berjualan menggunakan truk pickup. Aneka minuman dan jajanan ringan diperjualkan disana.

Namun sayang jika malam hari kondisinya gelap. Di sekitar lokasi masih jarang penerangan. Sehingga biasanya mereka hanya berkumpul saat hari masih terang. “Sekalian hunting foto menunggu buka puasa,” kata salah seorang saat di Bendung Gerak, Nurcholis.

Banyaknya pengunjung yang datang, diharapkan tidak melakukan hal yang membahayakan. Lokasinya yang berada di tepian sungai, juga banyak pengunjung yang nongkrong ditepi jembatan di atas sungai menurutnya bisa membahayakan nyawa. Sebab tidak ada petugas keamanan di lokasi.

“Jangan sampai momen bahagia kumpul justru malah menjadi petaka. Sehingga harus tetap waspada dan menjaga keselamatan masing-masing,” tuturnya.(dwi/mcb)

Leave a Comment