Share

NGO Negara Asia Pasifik, Dijelaskan Soal DBH Migas Bojonegoro

Bojonegoro dikunjungi belasan NGO yang berasal negara anggota asia pasifik seperti Myanmar, Malaysia, Philipina serta negara lainnya yakni Lebanon, Bolivia hingga London.

Bojonegoro (Media Center) – Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, kembali menjadi tujuan bagi negara asing yang ingin mempelajari pengelolaan industri minyak bumi dan gas. Tak tanggung-tanggung, kali ini Bojonegoro dikunjungi belasan NGO yang berasal negara anggota asia pasifik seperti Myanmar, Malaysia, Philipina serta negara lainnya yakni Lebanon, Bolivia hingga London.
Dalam forum yang digelar di Ruang Batik Madrim (29/4/2014), salah satu elemen LSM di Bojonegoro, Joko Purwanto dari Bojonegoro Institute memaparkan terkait perkembangan industri migas di Bojonegoro sejauh ini, termasuk permasalahan dan dampak negatif akibat industri ekstraktif ini.
“Permasalahan yang paling mencolok adalah soal tenaga kerja dan lapangan pekerjaan yang langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya. Selain itu, ia juga menjabarkan tentang Dana Bagi Hasil (DBH) migas yang telah didapat Bojonegoro, penjelasan tersebut langsung disambut antusias oleh perwakilan dari Malaysia. Bahkan, beberapa perwakilan negara lainnya meminta penjelasan lebih rinci soal pendapatan dari sektor migas ini. (*/lyamcb)

Leave a Comment