Share

Operasi Pasar Bojonegoro, Gula Paling Laris Dibeli Warga

Bojonegoro (Media Center) – Gula paling laris dibeli warga saat digelar operasi pasar di pintu masuk Pasar Besar, Bojonegoro, Minggu 5 Juni 2016. Operasi pasar yang digelar di Bojonegoro, Tuban dan Lamongan, bertujuan menekan harga kebutuhan pokok di bulan Ramadan terhitung mulai 28 Mei hingga akhir Juni 2016.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten dan Sub-Divisi Regional III Bojonegoro memprakarsai kegiatan ini. Sedangkan harga operasi pasar mendapat subsidi, di antaranya biaya ongkos dan angkut. Sedangkan harganya, untuk gula pasir Rp 11750 perkilogramnya, minyak goreng Rp 11.300 perliternya, beras Rp 8700 perkilogramnya serta tepung terigu Rp 8700 perkilogramnya.

Menurut Dwi Sri, 47 tahun, dirinya membeli gula saat digelar pasar murah di Bojonegoro. Dirinya langsung memborong gula sebanyak 10 kilogram dengan harga Rp 11.750 dari harga sekarang ini Rp 16000 perkilogramnya. Gula pasir dibutuhkan untuk persiapan membuat kue bulan ramadan hingga lebaran.”Mumpung murah,” ujar Ibu tiga anak asal Kelurahan Klangon, Kecamatan Kota Bojonegoro pada Kanalbojonegoro, Minggu (5/6).

Kepala Seksi Usaha dan Swadaya Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bojonegoro Didik Hari Supriyadi, operasi pasar digelar terus menerus hingga 36 hari lamanya. Sasarannya untuk membuat harga pokok di pasaran bisa turun. “Ini tahap awal operasi pasar,” ujarnya pada Kanalbojonegoro Minggu 5 Juni 2016.

Menurutnya, harga gula di pasaran diakui relative masih tinggi. Namun soal penyebabnya, kemungkinan karena soal distribusi di lapangan yang belum lancar. Makanya, dengan digelar operasi pasar diharap, bisa menurunkan harga.

Kepala Sub-Divisi Regional Bulog Bojonegoro Efdal Marlius Sulaiman, mengatakan, operasi pasar disediakan khusus saat menjelang bulan Ramadan. Pihaknya telah menyediakan beras secukupnya dengan rata-rata dua ton perhari untuk satu kabupaten selama digelar operasi pasar.”Persediaan beras kita cukup,” ujarnya Minggu 5 Juni 2016. Dia menambahkan, selama ini ketersediaan beras di Bojonegoro, Tuban dan Lamongan, bisa cukup untuk tujuh bulan atau hingga akhir tahun 2016 mendatang.(*/mcb)

Leave a Comment