Share

Operasi Waduk Gajah Mungkur Jadi Perhatian Wilayah Hilir

Bojonegoro, 7/12 (Media Center) – Seluruh Camat  khususnya di bantaran sungai Bengawan Solo di informasikan untuk tidak khawatir selama operasi waduk Gajah mungkur. Hal ini di maksudkan agar menyambung informasi tersebut ke tingkat Pemerintah Desa supaya masyarakat tidak resah dan khawatir.

Operasi waduk Gajah mungkur yang di lakukan pada Selasa (06/12) dengan elevasi waduk 134,33 mdpl. Sedangkan berdasarkan data yang di peroleh dari waduk Gajah mungkur, waduk memasuki status siaga I jika elevasi mencapai 135,30 mdpl. Untuk status siaga II jika elevasi 136,00 mdpl, dan siaga III jika  elevasi 136,70 mdpl.

Pola operasi 128 mdpl di maksudkan  untuk memaksimalkan elevasi dan menjaga ruang tampungan debit banjir atau hujan ekstrim di sekitar waduk. Pelepasan PLTA 65,2 m3/ detik dan pelepasan spailway 150 m3/ detik.

Sejak pukul 18.00 WIB, waduk Gajah mungkur melepas air 150 m3/detik dengan tujuan mengurangi kelebihan tampungan sampai dengan titik pola operasi 128 mdpl.

“Pelepasan juga mempertimbangkan kondisi hilir Bengawan Solo saat ini yang elevasinya relatif rendah.” Ungkap Hermawan, pimpinan Waduk gajah mungkur, (06/12).

Lanjut Hermawan, kesimpulan dari operasi waduk Gajah mungkur  bisa membawa dampak significant terhadap TMA Bengawan Solo di daerah hilir khususnya Bojonegoro.

“Kontribusi  kenaikan TMA hanya beberapa cm.” Pungkasnya.(mcb)

Leave a Comment