Share

Optimalkan Dana Desa Untuk Pembangunan Berbasis Desa

“Wujudkan WONG JONEGORO, SEHAT, CERDAS, PRODUKTIF, lewat Gerakan Desa Sehat dan Cerdas”

Oleh Bupati Bojonegoro Suyoto

Bojonegoro (Media Center) – Bojonegoro mungkin diantara kabupaten yang selangkah di depan dalam hal memanfaatkan sumberdaya desa, termasuk dana baik yang bersumber dari pusat (dana desa), alokasi dana desa (ADD) dan pendapatan asli desa.

Sejak Oktober 2014, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur,  mencanangkan gerakan desa sehat dan cerdas (GDSC) untuk memandu pemerintah desa (pemdes) dan seluruh elemen masyarakat mengoptimalkan segala potensinya dan mensinergikan dengan seluruh program pemkab, Provinsi dan Pemerintah Pusat untuk percepatan pembangunan desa.

Sasaran utamanya adalah terwujudnya sumber daya masyarakat (SDM) yang sehat, cerdas, produktif dan kelak bisa bahagia. Lingkungan alam dan sosial yang sehat, cerdas dan produktif. Kelembagaan pemdes yang sehat, cerdas dan produktif.

Dibantu pendataan yang digerakkan oleh Ibu-ibu PKK, maka setiap desa pada Desember 2014 menentukan titik nol untuk 20 indikator GDSC.

Untuk memandu dan memberi kepastian kinerja pemdes, maka Pemkab Bojonegoro mengeluarkan empat perbub yakni Perbup No. 47/2014 tentang GDSC, yang menetapkan 20 Indikator Desa Sehat dan Cerdas yang terdiri dari delapan indikator SEHAT (ODF, sanitasi non ODF, AKI AKB, balita kurang gizi, lantai rumah sehat, lingkungan sehat, kesertaan JKN, dan kepesertaan KB).

Selain itu, juga 12 indikator CERDAS (lama belajar, buta huruf, taman bacaan, pemanfaatan pekarangan, pengelolaan air, penanfaatan lahan, pemanfaatan ruang berdasarkan RTRW, produksi pangan, industri pengolahan, penanganan bencana, tata kelola administrasi desa dan pendidikan vokasional).

Selanjutnya perbup untuk memastikan penganggaran komitmen sinergitas No. 46/2014 ttg Pedoman Penyusunan APBDes. Untuk mendorong sinergitas diterbitkan Perbup No. 55/2014 tentang Wali Amanah Desa. Perbup No. 56/2014 tentang penyusunan dan tata cara Pelaporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa.

Dengan terbitnya empat perbup tersebut, diharapkan terwujud harmonisasi pelaksanaan pembangunan manusia antara kabupaten dan desa.

Dengan kesiapan seperti itu, tak mengherankan bila pada bulan Februari 2015 pemkab telah mencairkan 30 persen dari total dana dana desa. Sehingga pemdes dapat memulai pembangunan lebih awal. Untuk memastikan seluruh proses berjalan tepat, Camat dan semua perangkatnya terus mendampingi, mengawasi dan menfasilitasi pemdes dan melaporkan seluruh perkembangannya kepada Bupati Bojonegoro setiap saat lewat group WhatsApp dan email.

Bulan November dan Desember barangkali akan menjadi bulan padat kegiatan bagi pemkab, camat dan pemdes, selain menuntaskan pekerjaan yang telah diprogram, laporan kinerja dan RAPBDes 2016 harus juga dituntaskan agar kegiatan pembangunan Desa sehat dan cerdas dapat dimulai tepat waktu januari 2016.(KY/*mcb)

“Aku wong jonegoro, tekadku menjadi WONG SEHAT, CERDAS DAN PRODUKTIF”
Experience Bojonegoro: the origin of Java, and real Indonesia

Leave a Comment