Share

Optimalkan Produktifitas Hutan, Perhutani dan Warga Lakukan Reboisasi

Bojonegoro, 9/11 (Media Center) – Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Bojonegoro menggelar Gerakan Penanaman 2016 di wilayah hutan. Gerakan ini dilakukan murni swadaya karyawan Perhutani dan masyarakat yang ada di sekitar wilayah hutan.

Kegiatan ini dilatarbelakangi adanya kerusakan hutan yang cukup parah di wilayah KPH Bojonegoro. Dari luas hutan yang ada sekarang ini, yang produktif hanya kisaran 40%.

“Kita ajak karyawan dan masyarakat untuk gotong-royong karena memang minimnya dana yang dimiliki Perum Perhutani,” kata Administratur Perhutani KPH Bojonegoro, Erwin, Rabu (9/11).

Dia menjelaskan, gerakan penanaman ini bertujuan mengembalikan kondisi hutan yang semakin hari semakin gundul dan tak produktif. Penanaman dilakukan di Petak 148.A RPH Sugihan, BKPH Tretes.

“Jenis yang ditanam adalah Jati dan Kesambi dan akan dilakukan secara berlanjut di seluruh BKPH agar wilayah hutan Bojonegoro kembali menghijau,” tegas Erwin.

Gerakan ini menuai apresiasi dari Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Komisi dewan yang membidang bencana itu menilai, gerakan penanaman pohon tersebut selain mengutamakan pemberdayaaan masyarakat sekitar hutan, juga dapat meningkatkan produktifitas hutan, kesejahteraan dan penanggulangan bencana.

“Dengan memberdayakan masyarakat sekitar hutan dalam pengelolaan hutan tentu akan mampu mengurangi perilaku negatif masyarakat yang masih kerap merusak hutan dengan pencurian dan pembalakan liar,” sambung Kang Kus-sapaan akrab Kuswiyanto di sela-sela ikut penanaman pohon.

Selain itu dengan normalnya kondisi hutan akan menjadikan produktifitas hutan juga kembali naik. Begitu juga kesejahteraan masyarakat sekitar meningkat dan bencana alam yang diakibatkan oleh rusaknya hutan juga akan dapat diminimalisir

“Yang pada gilirannya tentu Kejayaan Hutan Bojonegoro seperti masa lampau akan kembali tercapai seiring semangat membangun Bojonegoro yang semakin dikenal dunia dalam segala aspek kehidupan dan sumber daya alam diantaranya  potensi hutan Bojonegoro utamanya Jati yang sudah dikenal masyarakat dunia sejak puluhan tahun silam,” tegas pria yang juga Pembina Kehormatan Kampung Siaga Bencana Bojonegoro ini.(dwi/mcb)

Leave a Comment