Share

PAD Bojonegoro Alami Peningkatan

Bojonegoro (Media Center) – Dari total  estimasi kemampuan pada sisi  pendapatan pada APBD Perubahan Tahun 2015, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengalami peningkatan sebesar 9,57%. Yaitu dari Rp262.951.712.448 pada APBD 2015 sebelum perubahan, ditargetkan meningkat menjadi sebesar Rp288.126. 995.402.

Pada rapat Paripurna Penyampaian Nota Keuangan Bupati pada P-APBD 2015, Bupati Suyoto mengatakan, kenaikan tersebut didapatkan diantaranya dari Pos Pajak Daerah dari target sebesar Rp61 milyar menjadi sebesar Rp69 milyar.  Pos Retribusi Daerah dari target sebesar Rp30 milyar menjadi Rp39 milyar.

Pos Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan dari target sebesar Rp19 milyar mengalami penurunan hingga menjadi Rp16 milyar. Pos lain-lain PAD yang sah, lanjut Suyoto, dari target sebesar Rp151 miliar diestimasikan meningkat sebesar 6,79% atau menjadi sebesar Rp162 milyar.

Sementara perubahan target pendapatan pada masing-masing pos PAD, kata dia, dikarenakan beberapa realisasi peningkatan. Diataranya, Pos Pajak Daerah meningkat 14,10% berasal dari peningkatan pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak reklame, pajak penerangan jalan, pajak mineral bukan logam dan batuan, pajak air bawah tanah, pajak bea perolehan hak tanah dan bangunan (BPHTB) dan pajak parkir.

“Pos retribusi daerah secara umum mengalami peningkatan 32,50%, antara lain  retribusi pelayanan kesehatan, retribusi pelayanan persampahan, retribusi parkir, retribusi pengujian kendaraan bermotor, retribusi biaya cetak peta, retribusi IMB dan retribusi ijin gangguan,” lanjutnya.

Pos hasil pengelolaan daerah yang dipisahkan mengalami penurunan 17,53%,  penurunan target tersebut terjadi pada pos bagian laba atau penyertaan modal dari Bank Jatim, BPR Pemkab, PD. Pasar serta Badan Usaha Milik daerah (BUMD) lainnya.

Sedangkan pada Pos Pendapatan yang bersumber dari Lain-Lain Pendapatan Yang Sah ditargetkan mengalami peningkatan 15,10% yaitu dari Rp538 milyar menjadi  sebesar Rp620 milyar.(dwi/*mcb)

Leave a Comment