Share

Pakai Penguat Sinyal, Dapat Didenda Rp 600juta

Foto: ilustrasi

Bojonegoro (Media Center) – Kementerian Kominfo, melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI), menyebarkan pesan pendek mengenai larangan penggunaan repeater (penguat sinyal) kepada masyarakat di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Bojonegoro.

Bunyi pesan pendek yang dikirim oleh Kominfo adalah “Masyarakat umum dilarang memasanag penguat sinyal (repeater) karena dapat mengganggu jaringan telekomunikasi dan diancam pidana 6 tahun dan atau denda Rp 600 juta”.

Dalam keterangan persnya, Kominfo menjelaskan bahwa seluruh perangkat telekomunikasi yang dibuat, dirakit, digunakan, dan atau diperdagangkan di Indonesia harus memenuhi ketentuan yang berlaku, dalam hal ini adalah persyaratan adanya sertifikasi perangkat telekomunikasi.

Repeater (penguat sinyal) sendiri adalah perangkat yang digunakan untuk meningkatkan kekuatan penerimaan sinyal pada area lokal, dengan menggunakan antena penerima eksternal, amplifier sinyal, dan antena internal untuk transmisi ulang.

Cara kerja perangkat repeater mirip dengan menara BTS yang digunakan oleh operator, namun dalam kemasan yang lebih kecil dan ditujukan untuk penggunaan dalam ruangan. Antena eksternal biasanya berupa antena directional.

Dijelaskan, repeater (penguat sinyal) ini dilarang untuk diedarkan secara bebas (sertifikat yang pernah terbit tidak diperpanjang lagi). Peredaran perangkat tanpa sertifikat adalah tindakan melawan hukum.

Penggunaan repeater oleh selain operator tidak diperbolehkan (masuk dalam kategori penggunaan frekuensi tanpa izin dan menyebabkan gangguan terhadap jaringan publik yang dapat diancam dengan pidana). (kom/ramcb)

Leave a Comment