Share

Pakar: Bojonegoro Miliki Potensi Air Melimpah

Bojonegoro (Media Center) – Pakar pengairan DR.Ir. Laksono Djoko Nugroho,MM.,P.Ma.SDA., menyatakan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, memiliki potensi sumber daya air melimpah dari Bengawan Solo dan sumber air tanah.

“Bojonegoro tidak mungkin bisa krisis air, disebabkan penambangan batu kapur di Tuban dan Bojonegoro. Krisis air bersih yang terjadi di suatu daerah tidak ada hubungannya dengan penambangan batu kapur,” kata Kepala Bidang Pendidikan dan Latihan Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo), Sabtu (24/10).

Ia menyatakan hal itu, menanggapi pernyataan prediksi Direktur Eksekutif Walhi Jatim, Ony Mahardika, bahwa dalam 10-15 tahun mendatang Bojonegoro dan Tuban, akan terjadi krisis air yang disebabkan adanya penambangan batu kapur.

Bahkan, lanjut pria kelahiran Bojonegoro yang menetap di Malang itu, penambangan batu kapur yang ada di daerah-daerah, seperti di Tuban, kalau pengelolaannya dilakukan dengan baik, justru bisa dimanfaatkan untuk lokasi tampungan air.

“Adanya lubang-lubang dengan kedalaman tertentu karena penambangan batu kapur justru bisa menjadi tampungan air hujan, yang airnya bisa dimanfaatkan masyarakat,” kata dosen penguji S1 Fakultas Teknik Pengairan Universitas Brawijaya Malang itu.

Lebih lanjut ia menjelaskan Bojonegoro bisa mengalami krisis air bersih, kalau pemerintah kabupaten (pemkab) terlambat mencukupi kebutuhan air bersih warganya, baik dengan memanfaatkan potensi air permukaan Bengawan Solo atau sumber air tanah.

Ahli madya bendungan besar itu, memberikan gambaran kalau kebutuhan air bersih warga di daerah setempat sebesar 1.000 liter, tapi pemkab terlambat mencukupi berarti terjadi krisis air.

“Krisis air bersih tidak mungkin terjadi hanya karena ada penambangan batu kapur,” ucapnya, menegaskan.

Menurut dia, Bojongoro bisa memanfaatkan potensi air Bengawan Solo, di daerah hilir, Jawa Timur, yang sekarang ini baru dimanfaatkan minim sekali.

Selain itu, lanjut dia Bojonegoro juga memiliki potensi sumber air tanah tertekan seperti di Desa Ngunut, Kecamatan Dander dan Desa Buntalan, Kecamatan Temayang.

“Saya yakin di tempat lainnya di Bojonegoro kalau dilakukan penelitian juga memiliki potensi sumber air tanah,” tandasnya.

Ia optimistis Bojonegoro tidak mungkin bisa mengalami krisis air ke depan, karena adanya potensi air permukaan Bengawan Solo dan potensi sumber air tanah.

Tidak hanya itu, katanya, program Bupati Bojonegoro Suyoto, yang mencanangkan pembangunan 1.000 embung, juga akan mampu mengatasi kesulitan air bersih di daerah yang mengalami kekeringan.

“Adanya embung yang menampung air hujan akan sangat bermanfaatkan untuk ketersediaan air di musim kemarau,” ucapnya. (*/mcb)

Leave a Comment