Share

Pandemi Covid-19, Pelaku Usaha Mahar Pernikahan Tak Menyerah

Bojonegoro, Media Center – Pandemi covid-19 tak membuat para pelaku usaha d Bojonegoro menyerah. Buktinya, banyak usaha yang terus bertahan dan berkembang, meski tetap terdampak akibat covid-19. Salah satunya adalah usaha jasa pembuatan mahar pernikahan dan sovenir.

Owner Tongkat Peri Craft, Novi Eka Suryani, pelaku usaha mahar pernikahan menuturkan akibat pandemi memang ada penurunan omzet mencapai 20%, sedang untuk usaha hantarannya turun 50%. “Kalau mahar masih bisa survive meski turun karena mahar hukumnya wajib dalam pernikahan,” katanya Senin (27/7/2020).

Ia menuturkan selama ini mengandalkan jalur online untuk promosi dan marketing. Untuk harga tidak ada perubahan, yakni rata-rata Rp 300.000 ke atas tergantung kerumitan membuat mahar pernikahan. Karena mahar yang dikerjakan sesuai permintaan konsumen. “Tapi karena pandemi ini, ada yang punya budjet Rp 250 ribu tetap kita buatkan,” terangnya.

Banyak cara yang dilakukan Tongkat Peri Craft yang punya workshop di Jalan Panglima Polim 73, Sumbang ini untuk bertahan di tengah pandemi. Salah satunya dengan memberi diskon ongkos kirim. Selain itu, untuk pemesanan mahar ia memberi kotak mika secara gratis.

“Secara pemasaran tidak ada hambatan. Tapi efeknya lebih ke pemesanan turun karena ada beberapa hal, seperti imbauan pemerintah untuk social distancing, keluarga penyelenggara acara was-was akan penularan virus, dan tidak bisa mengundang banyak orang,” tutur Novi.

Ia berharap pandemi covid-19 bisa segera teratasi. Sehingga roda ekonomi bisa berjalan normal kembali. Jika pandemi selesai maka penyelenggaraan pesta termasuk hajatan bisa diselenggarakan seperti biasanya.

Leave a Comment