Share

Panitia “Gebyar Expo” Bojonegoro Tolak Pedagang Akik

Bojonegoro (Media Center) – Panitia “Gebyar Expo” Bojonegoro, Jawa Timur, menolak belasan pedagang batu akik dalam pameran “Gebyar Expo”, disebabkan 52 anjungan yang disediakan khusus pedagang batu akik sudah penuh terisi pedagang dari berbagai daerah di Tanah Air.

“Ada 12 pedagang batu akik yang kebanyakan asal Sukabumi, Jawa Barat, kami tolak sebab anjungan yang kami sediakan sudah penuh,” kata seorang Panitia khusus batu akik “Gebyar Expo” Bojonegoro Teguh, Minggu (27/9).

Ia menjelaskan pedagang batu akik yang meramaikan anjungan khusus batu akik datang dari berbagai daerah, mulai Jakarta, Malang, Ponorogo, Lamongan, juga daerah lainnya.

“Mereka berani datang mengikuti pameran, sebab minat masyarakat Bojonegoro untuk membeli batu akik cukup tinggi,” ucapnya, menegaskan.

Namun, ia mengaku tidak tahu omzet pedagang akik yang menempati anjungan khusus batu akik dalam pameran “Gebyar Expo” untuk memeriahkan HUT ke-338 kabupaten setempat.

“Kami kurang tahu, sebab tidak mencatat transaksi antara pedagang dengan pembeli,” ucapnya.

Pantuan kanalbojonegoro, pedagang batu akik tidak hanya yang menempati anjungan yang disediakan panitia, tapi juga menempati sepanjang jalan ke lokasi pameran di Stadion Letjen H. Soedirman.

Di sejumlah anjungan pedagang memajang berbagai aneka batu akik, mulai bacan, sungai dareh, “black opal”, bulu macan asal Lumajang, berbagai aneka batu asal Aceh, bahkan juga permata, seperti “ruby” dan “blue sapphire”.

Tidak hanya itu, pedagang juga menjual berbagai aneka bahan akik, dan cincin baik untuk pria maupun wanita.

“Pengunjung anjungan batu akik di hari pertama cukup banyak,” ucapnya.

Sesuai jadwal, “Gebyar Bojonegoro Expo”, digelar 26 September-12 Oktober. Selain, anjungan instansi, lembaga swasta, juga usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), pameran juga diikuti puluhan pedagang akik yang datang dari berbagai daerah.(sa/mcb)

Leave a Comment