Share

Panjat Tebing di “Atas Angin” Diminati Pengunjung

Bojonegoro, 1/9 (Media Center) – Kepala Desa Deling, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro Didik menyatakan panjat tebing yang menjadi wahana baru di lokasi Objek wisata Negeri “Atas Angin” di desanya diminati pengunjung.

“Banyak pengunjung yang berani mencoba panjat tebing yang mulai kami operasikan pekan lalu,” katanya, Kamis (1/9).

Bahkan, lanjut dia, pengunjung yang memanfaatkan panjat tebing juga berani berfoto selfie di udara ketika memanjat tebing yang ketinggiannya berkisar 5-75 meter.

“saya tidak hapal, tapi dari 800 pengunjung lebih yang datang pekan lalu banyak yang mencoba wahana panjat tebing,” jelas dia.

Oleh karena itu, ia optimistis adanya tambahan wahana panjat tebing di “Atas Angin” akan semakin menambah daya tari objek wisata setempat.

Selain itu, lanjut dia, di lokasi objek wisata setempat juga dilengkapi wahana baru “flying fox” sebagai usaha menarik pengunjung dari kalangan remaja.

Lebih lanjut ia menjelaskan tambahan wihana wisata olahraga panjat tebing sudah melalui survei tim ahli panjat tebing Malang.

Dari hasil survei yang dilakukan lokasi objek wisata “Atas Angin” layak dimanfaatkan olahraga panjat tebing karena ada tebing dengan ketinggian berkisar 50-75 meter.

Tebing di “Atas Angin” juga memiliki sejumlah gua yang bisa dilihat pengunjung yang melakukan olahraga panjat tebing.

Pengunjung yang memanfaatkan wahana wisata olahraga panjat tebing juga bisa berfoto selfie di udara.

“Ada 10 petugas yang semuanya warga setempat yang melayani pengunjung memanfaatkan wahana panjat tebing dan “flying fox”,” tuturnya.

Ia menambahkan pengunjung dikenai biaya memanfaatkan panjat tebing Rp20.000 per wisatawan, di dalamnya termasuk naik kendaraan jeep dari kijasi bukit “Cinta” ke tebing.

“Sasaran “flying fox” juga remaja karena bisa dimanfaatkan dua orang sekaligus sambil berpegangan dengan panjang sekitar 300 meter,” jelas dia.

Ia menambahkan pengunjung ke lokasi objek wisata “Atas Angin” yang berada di ketinggian 853 meter dari permukaan air laut itu dikenai karcis masuk Rp3.000 per orang.

“Pengunjung objek wisata “Atas Angin” tidak hanya warga lokal, tapi juga warga dari Madiun, Ngawi, Nganjuk, juga daerah lainnya,” ucapnya. (*/mcb)

Leave a Comment