Share

Parade Keroncong Nusantara Akan Digelar Setahun Sekali

Bojonegoro (Media Center) – Komunitas Keroncong Nusantara Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan akan menggelar parade keroncong dengan mengundang grup keroncong dari berbagai daerah setahun sekali untuk memperingati hari jadi ke-338 kabupaten di daerahnya.

“Kami menerima usulan untuk parade keroncong digelar tiga bulan sekali. Tapi masih menjadi kajian, sebab akan terbentur dengan anggaran,” kata Ketua Komunitas Keroncong Bojonegoro Ony Supriyadi, Mingu (11/10).

Selain itu, lanjut dia, pergelaran Parade Keroncong Nusantara, juga terbentur dengan lokasi penyelenggaran yang memadai yang mampu menampung penonton dengan jumlah banyak.

“Parade Keroncong Nusantara yang kami gelar sehari lalu seharusnya di alun-alun, tapi batal. Kemudian mengambil lokasi di Panggung Malowopati, milik pemkab,” ucapnya.

Di Panggung Malowopati, lanjut dia, lokasi cukup memadai, tapi kurang mampu menampung penonton dengan jumlah banyak.

“Di Panggung Malowopati ya, harus menutup jalan, agar bisa menampung penonton jumlah banyak,” tandasnya.

Kepala Bakesbangpol Linmas Pemkab Bojonegoro Kusbiyanto, menjelaskan musik keroncong akan mampu bertahan sepanjang jaman, sebab musik keroncong bisa dimanfaatkan untuk berbagai irama, mulai dangdut, campursari, juga lainnya.

“Saya yakin musik keroncong tidak akan mati,” ucapnya.

Parade Keroncong Nusantara yang baru pertama kalinya digelar di awali Orkes Keroncong Klangenan 13, yang mengiringi sejumlah penyanyi di daerah setempat, antara lain, Hariyanto Nusantara, Maspang, juga lainya.

Tampil pada kesempatan itu, Orkes Keroncong Marabunta, Kaningoyo, keduanya Tuban, dan Pesona Surya, Rembang, Jawa Tengah.

Acara Parade Keroncong Nusantara yang baru pertama kalinya itu, mampu menghibur ratusan penonton dan ditutup dengan kolaborasi para pemain keroncong yang tampil dalam acara itu. (sa/mcb)

Leave a Comment