Share

Parlemen Filiphina Belajar dari Perda Lokal

Dalam workshop bertajuk ‘Menuju Transparansi dan Akuntabilitas Industri Ekstratif di tingkat Sub nasional, mencapai tata kepemerintahan yang baik dan masyarakat kesejahteraan’ Augusto Blanco, seorang anggota parlemen dari Filiphina menyampaikan materi pengelolaan industri ekstraksi yang berlaku di Comshal Philiphine.

Bojonegoro (Media Center) – Dalam workshop bertajuk ‘Menuju Transparansi dan Akuntabilitas Industri Ekstratif di tingkat Sub nasional, mencapai tata kepemerintahan yang baik dan masyarakat kesejahteraan’ Augusto Blanco, seorang anggota parlemen dari Filiphina menyampaikan materi pengelolaan industri ekstraksi yang berlaku di Comshal Philiphine.

Saat menyampaikan paparannya, Augusto mengaku banyak memperoleh pelajaran dari Bojonegoro, yakni mengenai peraturan-peraturan daerah yang diterapkan guna mengelola kekayaan alamnya.

Menurut Augusto, di wilayah Compostela Valley yang merupakan wilayah berkekayaan alam, masih banyak terikat dengan adat yang masih kental dan belum begitu mengerti cara memanfaatkan kekayaan alamnya. Hal itu, menurutnya, sering menimbulkan konflik sosial, terutama yang disebabkan karena kurangnya transparansi dana bagi hasil dari pertambangan yang ada.

“Soal good governance, kami banyak belajar dari Bojonegoro, dan ini menjadi agenda saya untuk melaporkan setiap perkembangan di Bojonegoro dengan adanya migas kepada gubernur,” katanya.

Sementara itu, Direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT ADS, Ganesha mencontohkan mengenai wujud transparansi yang berlaku di Bojonegoro. Yakni tak hanya sekedar transparan, namun juga mengolahnya menjadi hal yang mudah dicerna oleh publik.

“Tentang tranparansi perolehan DBH, kita sudah laporan secara rutin ke para pihak, yang nantinya ada SKPD yang mengolahnya sehingga bisa dimengerti publik,” katanya. (*/jkmcb)

Leave a Comment