Share

Pasar Lelang Komoditi Pertanian Bojonegoro Diminati Pedagang Luar Pulau

Bojonegoro, 27/9 (Media Center) – Sebagai daerah agraris membuat Bojonegoro menghasilkan beberapa komoditas mulai palawija, padi, rempah serta aneka kekayaan alam berupa umbi-umbian yang memiliki daya pikat tersendiri. Hal ini tampak pada acara Pasar lelang daerah komoditi pertanian tingkat Kabupaten Bojonegoro, Selasa (27/9). Menariknya, acara ini tak hanya diikuti Komunitas Dagang Propinsi Jawa Timur, namun hingga dari Propinsi Nusa Tenggara Timur, Ambon dan Maluku.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemkab Bojonegoro, Basuki menyampaikan bahwa pertemuan ini dalam rangka memangkas rantai distribusi yang panjang, sehingga berdampak pada perbedaan harga antara petani dan tengkulak. Basuki mengatakan, bahwa petani yang sudah bekerja keras namun justru mereka tidak bisa menikmati tingginya harga komoditinya di pasaran.

“Dengan adanya pertemuan ini akan membawa dampak yang luar biasa, salah satunya meningkatnya Nilai Tukar Petani (NTP) kita. Pertemuan ini adalah ajang pertemuan antara penjual dan pembeli dan mereka bisa langsung melakukan transaksi,” imbuhnya.

Beberapa produk Bojonegoro yang dilirik antara lain beras kualitas standart, jagung, bawang merah, singkong, gaplek, kedelai, kacang hijau, rempah-rempah seperti kunyit dan jahe. Produk lainnya adalah produk peternakan seperti telur dan daging hingga hewan ternak hidup.

Selain menghadirkan para petani lokal Bojonegoro, Disperindag Bojonegoro juga mengundang pedagang pasar induk Puspa Agro dan kantor perwakilan dagang.

“Hari ini juga diikuti oleh kantor perwakilan dagang dari NTT, Ambon dan Maluku,” lanjutnya.

Sementara itu, Ludowyk Umbu Lado dari Kabupaten Sumbawa mengatakan pihaknya tengah mencari beras yang harga standart sekelas bulog dalam kemasan 25 kilogram dan membutuhkan sebanyak 1000 ton yang akan dikirim 2-3 bulan sekali.

“Karena Bojonegoro adalah daerah lumbung padi, saya sengaja datang ke Bojonegoro untuk menghadiri kesempatan ini,” jelasnya.

Kisworo, salah satu petani dari Kecamatan Bubulan mengakui bahwa dirinya sudah kali kedua mengikuti kegiatan lelang komoditi. Baginya lelang ini jauh lebih menguntungkan karena harga stabil.Komoditas yang dijual adalah jagung yang memiliki kualitas super yang dibeli dengan harga 3000-3500 rupiah perkilogram.(mcb/humas)

Leave a Comment