Share

Pasca Kerusuhan, Pemkab Bojonegoro Pastikan Iklim Investasi Tak Terganggu

Bojonegoro (Media Center) – Bagian Perekonomian Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, memastikan iklim investasi di Bojonegoro tidak terganggu pasca terjadinya kericuhan di EPC 1 Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, beberapa waktu lalu.

Kepala Bagian Perekonomian, Helmy Elisabeth, mengatakan, hingga saat ini belum ada dampak negatif pada iklim investasi. Karena, begitu kericuhan terjadi, Pemkab langsung membuat langkah-langkah konkrit untuk mengklarifikasi kepada para pihak.

“Langkah-langkah itu juga merupakan komitmen kita untuk menjaga stabilitas perekonomian, jangan sampai memberi dampak pada hal-hal lain,”tukasnya.

Pihaknya mengaku, dengan pemasangan iklan peluang usaha investasi ada beberapa investor yang mulai berniat mengembangkan bisnisnya. Iklan yang sudah disebarkan secara nasional itu, diantaranya jalur transportasi yang strategis seperti rel ganda, rencana pembangunan terminal dan pergudangan atau dry port.

“Selain upah minimum kabupaten Rp 1.400.000 untuk perkotaan, juga sudah menetapkan upah umum perdesaan sebesar Rp 1.005.000. Ini akan saling menguntungkan,”tukasnya.

Dia menambahkan, Pemkab saat ini juga mengupayakan tambahan pasokan listrik yang power plant-nya akan dibangun di Bojonegoro dengan memanfaatkan hasil gas alam yang diekploitasi dari pengembangan Unitisasi Jambaran-Tiung Biru.

“Salah satu investor yang melirik berinvestasi adalah PT Maspion. Namun, masih dilakukan pemetaan,”tandasnya.(dwi/*mcb)

Leave a Comment