Share

Pasca Penertiban, Penambang Sumur Tua di Malo Resah

“‘Kalau memang itu dikatakan ilegal, seharusnya kami diberitahu dulu. Apa alasannya itu ilegal dan kami harus bagaimana karena warga sudah berpuluh-puluh tahun menjadi penambang disitu,” tegas Danddy

Bojonegoro (Media Center) – Penambang sumur minyak tua di Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur resah menyusul penertiban yang dilakukan Pertamina Eksplorasi dan Produksi (PEP) Asset 4 Field Cepu bersama Satuan Polisi Militer (SPM) Bojonegoro, dan KSO PEP – PT Geo Cepu Indonesia (GCI) di Desa Kawengan, Kecamatan Kedewan, Rabu (5/2/2014) kemarin.

“Penertiban di Kawengan kemarin membuat penambang sumur tua di Malo sekarang ini ketar-ketir,” kata Camat Malo, Danddy saat menghadiri pengoperasian kantor baru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro di Jalan A Yani, Kamis (6/2/2014).

Mantan Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Dander itu mengungkapkan, dirinya pernah melarang Pertamina melakukan penertiban di sumur tua di wilayah Malo. Karena penertiban itu tidak disertai sosialisasi lebih dulu kepada Muspika dan penambang.

“‘Kalau memang itu dikatakan ilegal, seharusnya kami diberitahu dulu. Apa alasannya itu ilegal dan kami harus bagaimana karena warga sudah berpuluh-puluh tahun menjadi penambang disitu,” tegas Danddy.

“Jangan langsung main ditertibkan gitu aja, tanpa ada sosialisasi lebih dulu. Karena resiko sosial yang terjadi kami yang menanggungnya,” lanjut dia.

Apalagi, menurut dia, PT. Geo Cepu Indonesia (GCI) yang digandeng Pertamina Asset 4 Fiel Cepu tidak pernah mensosialisasikan kepada penambang kalau pengelolaan penambangan sumur tua akan diambil alih.

“Seharusnya ada pemberitahuan ke Muspika maupun kecamatan. Karena sepengathuan saya KSO ini kan untuk meningkatkan produksi, bukan menyingkirkan para penambang,” tandas dia.

Sementara itu, Staff Relation CSR, Aulia Arbani, mengaku, telah melakukan pertemuan dan memberitahu penambang sumur tua sebelum penertiban dilakukan. “Ada kok berita acara pertemuan dulu,” sergah Aulia.

Menurut dia, penertiban itu dilakukan untuk menjaga kondisi lingkungan dan keselamatan penambang. Sebab penambangan yang dilakukan selain tidak memiliki ijin resmi, juga tidak standar safety.

Seperti diberitakan sebelumnya, penambang sumur tua di kawengan melakukan perlawanan ketika Pertamina melakukan penertiban. Ada beberapa sumur yang akan ditertibakan yakni KW05, KW Phz 01, Phz 05, KWP 15, KWP 20, KW08, KW 11, KW 89, KW 118. Namun baru baru satu sumur yang ditertibakan yakni KW05 warga melakukan perlawanan dan penertiban dihentikan sementara. (numcb)

Leave a Comment