Share

Pedagang Bawang Merah Lokal Raup Untung

Media Center (Bojonegoro) – Musim panen bawang merah di Desa Duwel, Kecamatan Kedungadem, membuka peluang usaha bagi pedagang lokal. Mereka membeli hasil panen petani langsung dari sawah dengan sistim borongan (tebasan) untuk dijual kembali.

Dari hasil pembelian itu para pedagang mengaku dapat untung antara Rp2 juta sampai Rp3 juta. Bawang merah itu dijual ke Mojosari, Kabupaten Mojokerto dan Surabaya, Jawa Timur.

“Tapi yang sering saya menjualnya ke Surabaya,” kata Bambang, salah satu pedagang bawang merah asal Desa Sroyo, Kecamatan Sumberjo, Minggu (5/1/2014).

Bambang mengaku, dari pembelian bawang merah itu selain dijual godongan, dirinya juga protelan yang dikeringkan lebih dulu. Untuk godongan dijual seharga Rp10 ribu/kg dan Rp15 ribu untuk protolan.

“Gak mesti Mas, tergantung permintaan pasar,” sergahnya.

Dalam sehari, Bambang mengungkapkan, bisa melakukan pembelian satu sampai tiga kali tergantung tanaman petani yang siap dipanen. Untuk setiap kali nebas biaya yang dikeluarkan antara Rp9 juta sampai Rp40 juta.

“Untuk pembelian 9 juta seperti ini biasanya saya dapat keuntungan Rp2 juta sampai Rp3 juta. Itu sudah keuntungan bersih setelah dipotong biaya angkut,” tutur Bambang sambil menunjukkan hasil pembelian bawang merah diatas mbil pick up. (dwmcb)

Leave a Comment