Share

Pedagang: Harga Ayam Kampung di Bojonegoro Naik

Bojonegoro (Media Center) – Sejumlah pedagang di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan harga ayam kampung naik, karena meningkatnya permintaan masyarakat untuk hajatan menyambut Tahun Baru Islam 1437 Hijriyah.

“Kenaikan harga ayam kampung sejak tiga hari lalu, karena banyak masyarakat yang menyambut Tahun Baru Islam, dengan menggelar kenduri,” kata seorang pedagang ayam kampung di Pasar Kota, Bojonegoro Ali Purnomo, Rabu (14/10).

Hal senada disampaikan seorang pedagang ayam kampung lainnya asal Kecamatan Sukosewu, Bojonegoro Muin, yang menyebutkan kenaikan harga ayam kampung rata-rata sekitar 20 persen, dibandingkan harga normal.

Ia memberikan gambaran kalau biasanya harga ayam kampung jago sekitar Rp70.000/ekor, naik menjadi Rp80.000/ekor.

“Permintaan juga naik. Saya bisa menjual sekitar 200 ekor/hari, yang biasanya hanya sekitar 100 ekor/hari,” ucap Ali, menegaskan.

Menurut Ali, juga Muin, kenaikan harga ayam kampung terjadi tidak hanya di pasar, tapi juga di peternak ayam kampung. Masyarakat dalam melaksanakan hajatan menyambut Hari Raya Islam, memilih ayam kampung sebagai menunya.

“Tapi harga ayam Irak turun menjadi Rp19.000/kilogram, yang biasanya Rp21.000/kilogram, sebab tidak ada pembelinya,” jelas seorang pedagang ayam lainnya asal Desa Sukorejo, Kecamatan Kota, Bojonegoro Suratin, menambahkan.

Begitu pula, lanjut dia, harga ayam petelur yang sudah tidak produktif, juga ikut turun menjadi Rp30.000/ekor, yang biasanya Rp35.000/ekor.

“Harga ayam petelur yang sudah tidak produktif ini saya peroleh dari pedagang ayam asal Kediri,” ucapnya. (sa/mcb)

Leave a Comment