Share

Pedagang Tuban Jual Jambu Monyet di Bojonegoro

Bojonegoro (Media Center) – Sejumlah pedagang asal Tuban, Jawa Timur, menjual jambu monyet atau jambu mede (Anacardium occidentale) di Bojonegoro, namun hanya berupa buahnya tanpa dilengkapi dengan mente atau mentor, dengan harga Rp5.000/10 buah.

“Saya rata-rata membawa 600 buah jambu monyet dan selalu habis dalam sehari,” kata seorang pedagang jambu monyet asal Desa Jamprong, Kecamatan Kenduruan, Tuban Slamet Lilik, di Pasar Banjarjo, Bojonegoro, sabtu (24/10).

Pembelinya, lanjut dia, dari berbagai kalangan, selain langsung dimakan, atau untuk rujak, jambu monyet bisa untuk menu makanan “oseng-oseng”.

“Airnya diperas kemudian buahnya dimanfaatkan untuk oseng-oseng rasanya segar,” ucapnya.

Ia mengaku dengan sejumlah pedagang asal Kecamatan Kenduruan, membawa jambu monyet, tanpa mente sejak dua pekan lalu. Selain Desa Jamprong, penghasil jambu monyet lainnya Desa Glanteng, juga di Kecamatan Kenduruan.

Selain dijual di Pasar Banjarjo, katanya, pedagang jambu monyet asal Desa Jamprong, juga Desa Glateng, Kecamatan Kenduruan, menjual jambu monyet di sejumlah pasar di wilayah Tuban dan Bojonegoro.

“Panen jambu monyet di dua desa di Kecamatan Kenduruan, sejak awal Oktober dan berakhir Januari,” ucap pedagang lainnya Siti Aminah.

Menurut Slamet, pedagang hanya membawa buah jambu monyet tanpa mentenya, karena untuk mente sudah diolah warga di desanya atau dibeli mentah oleh pengepul asal Rembang, Jawa Tengah.

“Harga mente sekarang ini Rp25.000/kilogram, turun dibandingkan sebelumnya yang sempat mencapai Rp32.000/kilogram, karena sekarang panen raya,” ucapnya. (*/mcb)

Leave a Comment