Share

Penjabat Bupati Bojonegoro Ingatkan Katarak Penyakit Berbahaya

Bojonegoro, 24/3 (Media Center) – Penjabat Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Supriyanto mengingatkan bahwa katarak merupakan penyakit berbahaya yang memerlukan penanganan cepat dan tepat agar tidak mengakibatkan kebutaan bagi penderitanya.

“Penyakit katarak merupakan penyakit berbahaya yang bisa mengakibatkan kebutaan, sehingga perlu penanganan cepat dan tepat” kata dia ketika memberikan sambutan di acara bakti sosial di Kejari Bojonegoro, Sabtu (24/3).

Sesuai survei pada 2012, menurut dia, gangguan penglihatan dengan jumlah sebesar 51 persen disebabkan faktor penyakit katarak.

Menurut dia, penanganan operasi katarak yang dilakukan di Bojonegoro dalam kegiatan bakti sosial yang digelar Kejari Bojonegoro memanfaatkan alat canggih.

“Dengan memanfaatkan peralatan cangih maka penderita yang menjalani operasi katarak bisa sembuh,” ucapnya menegaskan.

Ia menyebutkan kegiatan bakti sosial operasi katarak gratis yang digelar Ikatan Adhyaksa Darmakarina Pusat, Jawa Timur dan Bojonegoro, semula ada 233 pendaftar warga Bojonegoro, Nganjuk dan Tuban.

“Tapi dari hasil seleksi yang bisa mengikuti operasi katarak dari Bojonegoro 108 penderita, Nganjuk 35 penderita dan Tuban 16 penderita,” ucapnya menjelaskan.

Pada kesempatan itu Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejaksaan Agung (Kejagung) Bambang Waluyo meminta pasien dari Bojonegoro, Tuban dan Nganjuk, memperhatikan hal-hal yang diperbolehkan juga dilarang setelah selesai menjalani operasi katarak.

“Setelah operasi katarak berjalan dengan baik, kemudian tidak “diopeni” (ditangani) dengan baik, kami khawatir hasilnya tidak baik,” kata dia.

Ia datang ke Bojonegoro mewakili Jaksa Agung Muhammad Prasetyo dengan didampingi Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejagung Noorahmat.

Menurut Wakil Direktur RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro Hastono, pasien yang menjalani operasi katarak dalam kegiatan bakti sosial ini hampir bisa dipastikan sembuh karena memanfaatkan peralatan operasi canggih.

Tapi, lanjut dia, pasien juga harus mematuhi ketentuan yang ada setelah menjalani operasi katarak, antara lain, tidak diperbolehkan mata kena air selama 10 hari, dan penutup mata tidak boleh dibuka sampai operasi keesokkan harinya.

“Semua pasien yang sudah menjalani operasi katarak memperoleh surat edaran terkait persyaratan yang harus dilakukan setelah operasi,” ujarnya. (*/mcb)

\

Leave a Comment