Share

Pelajar Tenggelam, Warga Bantaran Bengawan Solo Harus Waspada

seorang pelajar asal desa Tulung Rejo, Kecamatan Trucuk hanyut terbawa arus Bengawan Solo, Rabu (19/3/2014) petang. Bima Rufy Alfian Mubaroq (15) pelajar SMP PGRI Bojonegoro asal Desa Tulungrejo RT 11/RW 02 Kecamatan Trucuk, tenggelam akibat tidak bisa berenang. Hingga saat ini korban belum ditemukan. Sedangkan lima orang temannya selamat.

Bojonegoro (Media Center) – Tinggi muka air (TMA) Bengawan Solo mengalami penurunan dan berada pada status normal setelah sempat berada pada status siaga I. Hal ini membuat masyarakat, terutama yang berada di bantaran Bengawan Solo agar tetap waspada meskipun air bengawan mulai surut.

Dari pantauan papan duga TMA yang terletak di Taman Bengawan Solo (TBS), TMA Bengawan Solo di Bojonegoro sempat memasuki siaga I pada pukul 18.00 WIB dengan ketinggian 13.11 peil schall pada Rabu (19/3/2014). Namun sejak Kamis (20/3/2014) mengalami penurunan dan berada pada status normal.

Meski demikian, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro mengimbau agar warga bantaran Bengawan Solo di Bojonegoro tetap waspada karena curah hujan di beberapa daerah di hulu Bengawan Solo curah hujannya cukup tinggi seperti di daerah Solo, Ngawi dan sebagainya.

“Masyarakat harus waspada, jangan lengah. Karena masih dalam musim penghujan, volume Bengawan Solo masih akan mengalami peningkatan,” ujar MZ. Budi Mulyono, sekretaris BPBD Bojonegoro.

Sementara itu, bersamaan dengan kenaikan TMA Bengawan Solo kemarin, seorang pelajar asal desa Tulung Rejo, Kecamatan Trucuk hanyut terbawa arus Bengawan Solo, Rabu (19/3/2014) petang.   Bima Rufy Alfian Mubaroq (15) pelajar SMP PGRI Bojonegoro asal Desa Tulungrejo RT 11/RW 02 Kecamatan Trucuk, tenggelam akibat tidak bisa berenang. Hingga saat ini korban belum ditemukan. Sedangkan lima orang temannya selamat. (lyamcb)

 

Leave a Comment