Share

Pelajaran dari Masril Koto

Masril Koto adalah satu-satunya dosen untuk gelar S3 yang tak lulus sekolah tingkat dasar

Bojonegoro (Media Center) – “Saya ingin pegawai keluar dari dirinya, kita bisa bercermin dari pak Masril. Kita keluar dari masalah dari sudut pandang yang berbeda, ternyata hasilnya luar biasa, tidak melihat dari gelar dan jabatannya,” kata Drs H Suyoto MSi, Bupati Bojonegoro, setelah menghadirkan Masril Koto di Bojonegoro.

Melanjutkan kegiatan yang digelar pagi tadi di ruang Anglingdharma, malam ini (Kamis, 23/1/2014) di Pendopo Malowopati, Masril Koto kembali berbicara di depan ratusan pelaku ekonomi dan pejabat di Bojonegoro.

“Yang hadir adalah dari para pelaku ekonomi, PNPM, PDAM, PD Pasar, Bank Jatim, Karyawan disperindag, Diperta, Dinkop, Dishutbun, Disnakan, dan Bappeda,” ujar Kusnandaka Tjatur, selaku Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bojonegoro.

Masril Koto adalah tokoh Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA) asal Pulau Sumatera yang sukses mengembangkan 580 Bank Tani. “Niatnya untuk membantu petani,” kata Masril Koto.

Ia menjelaskan, awal mendirikan Bank Tani karena terdorong saat melihat kesulitan para petani mengajukan kredit di bank-bank yang ada. Tanpa bekal pengetahuan dunia perbankan, Masril Koto sendiri hanya sempat mengenyam pendidikan hingga kelas 4 SD, saat ini ia telah berhasil mengembangkan Bank Tani hingga berjumlah 580 unit.

Dari Bank Tani yang ia dirikan, para petani yang menjadi nasabah dan memiliki saham, maka secara otomatis lebih memudahkan petani dalam mengembangkan pertaniannya. Masril Koto adalah profil yang sederhana, drop out dari bangku SD, tumbuh sebagai keluarga petani ubi, namun kini berhasil meraih sejumlah prestasi yang tak terbayangkan sebelumnya,.

Tak hanya 580 Bank Tani, Masril Koto adalah satu-satunya dosen untuk gelar S3 yang tak lulus sekolah tingkat dasar, bahkan sejumlah negara maju mendaulatnya menjadi seorang penasehat ahli di bidang yang digelutinya itu.(ramcb)

 

Leave a Comment