Share

Pelayanan Kesehatan Bagus, Bojonegoro Raih Penghargaan UHC

Bojonegoro, Media Center – Kabupaten Bojonegoro meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) dalam program Jaminan Kesehatan Nasional- Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) tahun 2020, Rabu (23/9/2020). Bojonegoro terpilih lantaran masuk kategori peserta terbanyak dengan capaian hingga 98,76 persen.

Bupati Bojonegoro Anna Muawannah menyampaikan bahwa pada tahun 2020 Pemkab Bojonegoro menargetkan capaian UHC, dimana semua warga Bojonegoro sudah memiliki jaminan kesehatan melalui JKN-KIS yang dikelola oleh BPJS Kesehatan. Pandemi covid-19 sangat memungkinkan terjadi penularan apabila datang ke puskesmas dengan kondisi imun yang lemah. Maka dari itu tenaga medis ataupun instansi rumah sakit mengembangkan sebuah aplikasi dimana warga dapat dilayani secara online. “Untuk konsultasi itu tidak harus datang ke puskesmas” ucapnya.

Selain itu, Bupati Anna juga tidak lupa menyampaikan rasa syukur dan terimkasih kepada semua pihak yang terlibat atas capaian yang diraih Bojonegoro yang sudah masuk Universal Health Coverage (UHC) yang diberikan oleh BPJS Kesehatan.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan cabang Bojonegoro Janoe Tegoeh Prasetijo menuturkan bahwa berdasarkan dari data BPJS Kesehatan jumlah peserta BPJS Kesehatan di Bojonegoro sampai pertengahan September 2020 dari 1.335.840 penduduk, jumlah peserta JKN-KIS sebanyak 1.319.301 orang atau sebesar 98,76 persen. “BPJS Kesehatan Bojonegoro telah bekerja sama dengan 97 fasilitas kesehatan (Faskes) tingkat pertama, kemudian 9 fasilitas kesehatan tingkat lanjut untuk rujukan (Rumah Sakit), dan 5 apotek penunjang untuk pelayanan rujukan tersebut,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Direksi BPJS Kesehatan wilayah Jawa Timur dr I Made Puja Yasa AAK menambahkan bahwa kalau dilihat dari pertumbuhan kepesertaan JKN secara Nasional sampai saat ini kurang lebih 83 persen. Sedangkan di Jawa Timur kurang lebih 83 persen. Namun di Bojonegoro sudah mencapai 98 persen. “Dan kalau kita lihat dari 38 kabupaten kota di Jawa Timur , baru 5 kota dan 1 Kabupaten yaitu Kabupaten Bojonegoro salah satunya yang sudah UHC,” terangnya.

Dijelaskan juga bahwa rasio peserta BPJS Kesehatan Bojonegoro, jika dibandingkan dengan jumlah tempat tidur di rumah sakit, untuk kelas 1 dan kelas 2 sudah terpenuhi, sementara untuk kelas 3 masih terdapat kekurangan.

I Made Puja Yasa juga menuturkan terkait proteksi finansial sudah berjalan dengan baik, ada lebih dari 400 ribu penerima bantuan iuran (PBI) yang di-cover oleh Pemkab Bojonegoro sehingga kemungkinan permasalahan finansial masyarakat didalam memenuhi pelayanan kesehatan tidak ada lagi.

“Apresiasi yang sebesar-besarnya kepada ibu Bupati Anna Muawannah yang sudah memastikan akses layanan kesehatan masyarakat miskin,” pungkasnya.(FIF/NN)

Leave a Comment