Share

Peluncuran “Goeboek” Kampung Tumo Bojonegoro Undang Pramugari

Bojonegoro, 7/8 (Media Center) – Peluncuran “Goeboek” Kampung Tumo di Desa Hargomulyo, Kecamatan Kedewan, Bojonegoro, Jawa Timur, yang akan menjadi lokasi wisata edukasi Bahasa Inggris, pramugari dan kepribadian, akan mendatangkan pramugrari Jakarta, pada 19 Agustus.

Pemilik “Goeboek” Kampung Tumo Bojonegoro Priyo Martono (36), di Bojonegoro, Selaa (7/8), menjelaskan bahwa peluncuran “Goeboek” Kampung Tumo di Dusun Tumo, Desa Hargomulyo, akan mengundang berbagai pihak termasuk pramugrari dari Jakarta. Selain itu, peluncuran juga  akan diisi dengan berbagai kegiatan, mulai makan malam ala desa, juga fashion show dan hiburan musik.

“Kami sudah mulai melakukan persiapan peluncuran “Goeboek” Kampung Tumo, di antaranya, melakukan koordinasi dengan berbagai pihak juga peralatan musik,” kata dia menjelaskan.

Bersamaan dengan peluncuran “Goeboek” Kampung Tumo, juga akan dikunjungi Komunitas Kelas Inspirasi Bojonegoro yang akan menggelar camping di lokasi setempat selama dua hari.

Selain itu, lanjut dia, juga akan dikunjungi Pasukan Pengibar Bendara Pusaka (Paskibraka) yang juga akan melakukan camping di “Goeboek” Kampung Tumo.”Masing-masing ada sekitar 80 personel yang akan camping dengan memanfaatkan tenda,” ucapnya.

Pihaknya, sebenarnya sudah mempersiapkan lokasi camping dengan memanfaatkan tanah milik warga sekitar 2 hektare, yang lokasi berdampingi dengan Kampung Tumo yang sudah ada sejumlah bangunan di atas tanah seluas 2.899 meter persegi.

Di atas tanah itu, sekarang sudah terbangun sebuah gedung yang dimanfaatkan untuk pelaksanaan kursus pramugari, juga sejumlah bangunan, antara lain, kafe, lokasi swafoto, juga tempat lainnya.

“Saya sudah menghabiskan biaya sekitar Rp500 juta untuk membangun Kampung Tumo dari uang pribadi juga patungan dengan teman-teman,” kata Priyo yang sekarang bekerja sebagai pramugara di Air Asia.

Meskipun belum diluncurkan “Goeboek” Kampung Tumo sudah menggelar kursus pramugari yang diikuti 25 peserta yang datang dari berbagai daerah di Tanah Air, antara lain, dari Jakarta, Bandung, Toraja, Kupang, juga daerah lainnya termasuk peserta lokal. Sesuai rencana peserta akan menjalani kursus pramugari selama tiga bulan dengan didukung 12 instruktur dari berbagai bidang ilmu, mulai kecantikan, kepribadian, dan Bahasa Inggris.

“Goeboek” Kampung Tumo yang lokasinya masuk Geopark Nasional hamparan minyak bumi itu, apabila ditempuh dari Kota Bojonegoro 1 jam, sedangkan dari Cepu, Jawa Tengah, sekitar 30 menit.

“Dari Kampung Tumo menuju objek wisata The Little Teksas Wonocolo (penambangan minyak tradisional) hanya sekitar 10 menit,” ucapnya. (*/mcb)

Leave a Comment