Share

Pemasangan Pipa Pertagas Gresem di Bojonegoro Tunggu Pembebasan Lahan

Bojonegoro, 7/11 (Media Center) – Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyampaikan, saat ini pemasangan pipa gas Semarang-Gresik di Bojonegoro, masih menunggu pembebasan lahan milik warga.

“Karena sebagian besar menggunakan tanah warga,” ujar Kasi Pertambangan Migas, Dinas ESDM Bojonegoro, Dadang Aris, Senin (7/11).

Pipa gas sebesar 28 inci tersebut, sebagian masih berada di lahan milik Pemkab setempat di Jalan Veteran. Selama menunggu pembebasan lahan, pipa-pipa tersebut belum ada yang dipindahkan dari tempatnya.

“Informasi yang kami dapat, pemasangan pipa dilakukan ditempat yang tidak bermasalah. Karena, tidak hanya menggunakan lahan milik warga tapi juga PT KAI,” imbuhnya.

Pipa gas yang sudah ditanam saat ini baru dilakukan di Kecamatan Baureno sampai Kecamatan Kapas. Meski sempat bermasalah, namun pekerjaan kembali lancar karena warga mendapatkan harga yang sesuai.

“Dulu sempat dihentikan waktu di Baureno, tapi sudah lancar. Yang di Kapas ini pakai lahan milik PT KAI,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, saat ini Pertagas tengah memasang pipa gas Gresik-Semarang (Gresem) dengan kapasitas gas sebesar 500 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD) atau Juta Standar Kaki Kubik per Hari. Proyek pipanisasi ini akan melewati empat Kabupaten/Kota di Jawa Tengah dan tiga Kabupaten di Jawa Timur.

Pipanisasi Gresem ini dimulai dari metering station Gresik Pertagas dan berakhir di Tambak Lorok.

Selain itu, Pertagas telah mendapat alokasi gas excess dari Jawa Timur yang berasal dari Kangean dan Husky sebesar 30 MMSCFD ditahun 2016, dan pada 2019 Pertagas juga mendapat suplai gas Cepu Lapangan Tiung Biru dan Cendana sebesar 100 MMSCFD, dan potensi gas Cepu Lapangan Alas Tua sebesar 110 MMSCFD mulai tahun 2022.(dwi/mcb)

Sumber gambar: http://www.pertagas.pertamina.com/

Leave a Comment