Share

Pemasangan Tali Penggatung Jembatan Bengawan Solo Sebulan

Bojonegoro, 25/3 (Media Center) – Pembangunan jembatan Bengawan Solo yang menghubungkan Kecamatan Kota-Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang dikerjakan kontraktor PT Bintang Indah Sembilan Malang, termasuk pemasangan tali penganggung bisa selesai sebulan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataaan Ruang Pemkab Bojonegoro Andi Tjandra, di Bojonegoro, Minggu (254/3), menjelaskan kontraktor sudah mulai memasang tali penggantung jembatan yang panjangnnya 26 meter beberapa hari lalu.

“Saya kira pekerjaan bisa selesai sebulan,” ucapnya menegaskan.

Meski demikian, lanjut dia, kontraktor tetap dikenai denda Rp9 juta/hari, karena keterlambatan menyelesaikan pekerjaan pembangunan jembatan yang menelan anggaran Rp83 miliar dari APBD 2016 dan 2017.

Sesuai kontrak, pembangunan jembatan Bengawan Solo yang menghubungkan Kecamatan Kota-Trucuk itu sudah selesai akhir 2017.

Tetapi pembangunan jembatan menjadi terhambat, disebabkan menunggu kedatangan tali penggantung jembatan sepanjang 26 meter dari China. Selain itu adanya kenaikan air sungai terpanjang di Jawa, termasuk ketika terjadi banjir beberapa hari lalu.

Menurut dia, Kementerian PU, juga Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) juga sudah meninjau pembangunan jembatan Bengawan Solo di daerahnya.

“Jembatan Bengawan Solo yang sekarang dibandung itu kekukuatannya memanfaatkan tali penggantung. Oleh karena itu pekerjaan pembangunan jembatan tersulit kedua setelah pembangunan jembatan di Papua,” katanya menjelaskan.

Sesuai data jembatan Bengawan Solo Kota-Trucuk dengan kontraktor PT Bintang Sembilan Indah Malang dibangun dalam dua tahap sejak Pebruari 2016.

Untuk tahap pertama pekerjaannya yaitu pembangunan pondasi jembatan juga pekerjaan lainnya menelan biaya Rp25 miliar dari APBD 2016 dan Rp58 miliar dari APBD 2017.

Pembangunan jembatan Bengawan Solo dengan panjang 145 meter, lebar 9,75 meter memiliki model lengkung “grider” dengan bahan baja. (*/mcb)

Leave a Comment