Share

Pembatasan BBM, Agar Tak Lebihi Kuota 2014

“Ada enam SPBU yang tidak kena pembatasan,” ungkap Kepala Disperindag, Basuki, Selasa (5/8/2014). Dia mengungkapkan, pembatasan tersebut hanya untuk SPBU yang berada di luar jalur Baureno-Padangan. Hal ini dikarenakan 6 SPBU lainnya berada di jalur utama pengangkutan bahan makanan atau pokok

Bojonegoro (Media Center) – PT Pertamina mulai mengimplementasikan pembatasan Bahan Bakar Minyak bersubsidi khususnya solar pada 1 Agustus 2014 lalu di seluruh SPBU di Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Bali. SPBU hanya boleh melayani pembelian solar bersubsidi mulai pukul 08.00 sampai dengan pukul 18.00 Wib.

Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir melalui Assisten Manager External Relation MOR V, Heppy Wulansari, mengatakan bahwa UU No. 12 Tahun 2014 tentang APBN-P 2014 telah disahkan, dimana volume kuota BBM bersubsidi dikurangi dari 48 juta KL menjadi 46 juta KL.

“Untuk menjalankan amanat Undang-Undang tersebut, maka BPH Migas telah mengeluarkan Surat Edaran tentang Pembatasan Solar dan Premium agar kuota 46 juta KL bisa cukup sampai dengan akhir tahun 2014,” imbuhnya.

Sementara itu, mengacu pada peraturan tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menegaskan, dari 18 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) hanya 12 SPBU saja yang harus mematuhi kebijakan PT Pertamina, yaitu pembatasan waktu penjualan bbm bersubsidi terutama solar.

“Ada enam SPBU yang tidak kena pembatasan,” ungkap Kepala Disperindag, Basuki, Selasa (5/8/2014). Dia mengungkapkan, pembatasan tersebut hanya untuk SPBU yang berada di luar jalur Baureno-Padangan. Hal ini dikarenakan 6 SPBU lainnya berada di jalur utama pengangkutan bahan makanan atau pokok (**mcb ).

Leave a Comment