Share

Pemerintah Tangani Produksi Komoditas di Masa Paceklik

Bojonegorom 22/1 (Media Center) – Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan Pemerintah akan terus berusaha mengatasi produksi semua komoditas terutama tanaman padi agar tetap ada selama masa paceklik November, Desember sampai Februari.

“Pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk mengatasi produksi semua komoditas di masa paceklik. Oleh karena itu kami memasang tekad tiada hari tanpa panen,” kata dia di Bojonegoro.

Ia memberikan gambaran bahwa sekarang ini ada panen tanaman padi di Tanah Air dengan luas sekitar 2 juta hektare, salah satu contohnya di Bojonegoro panen tanaman padi sekitar 1.800 hektare.

“Saya optimistis harga gabah dan beras akan stabil sampai musim gadu,” kata dia menegaskan.

Lebih lanjut ia menjelaskan kebijakan yang dilakukan Pemerintah dalam meningkatkan produksi tanaman padi yaitu mengatasi paceklik selama Desember, Januari sampai Februari, dengan melakukan berbagai langkah antara lain, membangun saluran irigasi.

Selain itu, juga membangun embung seperti di Bojonegoro, membantu berbagai peralatan pertanian, perbaikan saluran, juga berbagai langkah lainnya agar pada paceklik tetap ada panen tanaman padi.

“Selama ini baru terjadi Pemerintah membangun jaringan irigasi untuk lahan seluas 3,4 juta hektare,” ucapnya menjelaskan.

“Kita dua tahun pada 2016 dan 2017 sudah tidak lagi impor beras,” ujarnya.

Namun, ia tidak memberikan jawaban ketika ditanya terkait pada 2018 bahwa ada kebijakan Pemerintah yang akan melakukan impor beras.

“Saya hanya berbicara produksi, sebab domain saya produksi,” ucapnya berkilah.

Dengan adanya panen di seluruh Tanah Air itu, menurut dia, menjadi tugas bersama untuk mengawal produk gabah panen bisa dibeli bulog.

“Sebagai TNI melalui babinsa akan mengawal gabah petani mulai dari sawah sampai bisa diserap bulog,” kata Wakil Kepala Staf TNI Mayor Jenderal Tatang Sulaiman.

Yang jelas, kata dia, dari berbagai langkah kebijakan Pemerintah itu sekarang tidak lagi impor jagung, juga harga cabai menjadi stabil, termasuk

Amran Sulaiman melakukan panen tanaman padi di lahan banjir dengan didampingi Mayor Jenderal TNI Tatang Sulaiman, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko, Kapolda Jatim, Irjen Pol. Machfud Arifin dan Bupati Bojonegoro Suyoto.

Selain itu, Amran Sulaiman juga berdialog dengan para petani di daerah lahan banjir luapan Bengawan Solo, sekaligus memberikan bantuan berbagai peralatan pertanian. (*/mcb)

Leave a Comment