Share

Pemkab Bojonegoro Amankan Tanggul

Bojonegoro (Media Center) – Pemkab Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim), Minggu, mengamankan tanggul Bengawan Solo sepanjang 50 meter di Desa Ngulanan, Kecamatan Dander, yang mengalami penurunan dengan membuat igiran.

“Dinas Pengairan saat ini mendatangkan alat berat “backhoe” untuk memperkuat tanggul agar tidak jebol,” kata Kasi Operasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro Mucharom.

Ia menjelaskan tanggul kanan Bengawan Solo di Desa Ngulanan, Kecamatan Dander, mengalami penurunan sepanjang 50 meter sejak banjir tahun lalu.

Ketika itu, katanya, tanggul sudah diigir dengan memasang karung yang diisi pasir, tapi karena saat ini air Bengawan Solo airnya terus naik, maka dilakukan igiran untuk memperkuat tanggul.

“Petugas penanggulangan bencana di jajaran pemkab dengan instansi terkait melakukan igiran tanggul bersama masyarakat setinggi sekitar 60 centimeter,” katanya, menegaskan.

Menyusul setelah itu, katanya, Dinas Pengairan mendatangkan alat berat “backhoe” untuk memperkuat tanggul agar tidak jebol.

“Kalau tanggul Bengawan Solo di Desa Ngulanan, Kecamatan Dander, jebol akan mengakibatkan tanaman padi seluas 200 hektare di desa setempat terendam air banjir,” jelasnya.

Ditanya kondisi tanggul Bengawan Solo di Kecamatan Kanor, ia menyatakan saat ini masih aman, sebab air luapan Bengawan Solo di daerah setempat masih belum parah.

“Kami sudah mempersiapkan 11 ribu karung untuk pengamanan tanggul kritis, seperti tanggul di Kecamatan Kanor,” katanya, menegaskan.

Data di Badang Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, banjir luapan Bengawan Solo di Bojonegoro masuk siaga III dengan ketinggian air pada papan duga di Bojonegoro mencapai 15,34 meter, Minggu pukul 16.00 WIB.

Di Karangnongko, Kecamatan Ngraho, sekitar 70 kilometer, pada waktu bersamaan ketinggian air Bengawan Solo menunjukkan kecenderungan turun menjadi 28,04 meter

Leave a Comment