Share

Pemkab Bojonegoro Bahas Raperda Dana Abadi Migas

Bojonegoro (Media Center) – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menggelar diskusi untuk mendapatkan rumusan dalam  Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Dana Abadi Migas bersama National Resource Goverment Institute (NRGI), Bojonegoro Institute, dan Universitas Gajah Mada (UGM) di rumah dinas Bupati, Selasa (10/11).

“Dana abadi merupakan inisiatif bersama dan mendapat dukungan dari beberapa pihak yang berkompeten,” kata Sekretaris Kabupaten, Soehadi Moelyono.

Dalam pembahasan Raperda Dana Abadi ini masih banyak hal yang perlu didiskusikan. Supaya, pada saat membuat regulasi baik Pemkab maupun DPRD tidak disalagkan jika nantinya dinilai kurang sempurna.

“Kami masih mencari format yang tepat melalui beberapa masukan baik dari eksekutif, legislatif maupun lembaga independent,” ujarnya,” tandas Moelyono.

Sementara itu, Direktur Utama Bojonegoro Institute (BI) Awe Saiful Huda, menyampaikan, ada beberapa perbedaan pendapat dalam membahas Raperda Dana Abadi ini.

“Dari pembahasan yang masih terus kami lakukan, ada perbedaan terkait dana yang akan digunakan, apakah berdasarkan presentase atau nominal,” tukasnya.

Pihaknya berharap dengan adanya Perda Dana Abadi ini dana dari bagi hasil migas dapat dinikmati dari generasi ke genrasi. Oleh sebab itu, perlu adanya kebijakan pendapatan dari migas sebagian ditabung dan diinvestasikan. (dwi/*mcb)

Leave a Comment