Share

Pemkab Bojonegoro Bantu Modal Mantan Anggota Gafatar

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, membantu modal kerja masing-masing Rp5 juta/KK dan Rp2,5 juta/KK, untuk empat kepala keluarga (KK) yang terdiri dari 11 jiwa mantan anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang sudah kembali ke desanya.

“Dua KK kita bantu modal kerja masing-masing Rp5 juta, karena tidak memiliki rumah, sedangkan dua KK lainnya Rp2,5 juta/KK, karena masih memiliki rumah,” kata Bupati Bojonegoro Suyoto, menanggapi kepulangan empat KK (11 jiwa), warganya mantan anggota Gafatar yang sudah pulang kembali ke Bojonegoro.

Ia menganggap sebanyak 11 warga di daerahnya tersebut sedang mengalami musibah terusir dari lokasi perantuannya. “Anggaplah ini saudara-saudara kita yang mendapatkan musibah, rumahnya dibakar dan terusir,” ucapnya.

Dengan demikian, katanya, mereka ditolong sekaligus disayangi, apalagi  daerahnya sudah mendeklarasikan sebagai kabupaten “welas asih”. “Saya minta seluruh warga Bojonegoro untuk bisa menerima saudara kita 11 orang, yang salah satunya masih bayi ini dengan baik,” katanya menegaskan.

Pemkab, sudah menerima sebanyak 11 warga mantan anggota Gafatar, setelah pulang kembali dengan menginapkan di rumah tamu Griya Dharma Kusuma (GDK), selain memberi modal kerja.

“Ini komitmen pemkab sebagai kabupaten kasih sayang. Ini saudara kita tidak terbukti melakukan tindakan kriminal. Mereka bersemangat ke sana (Kalimantan Barat) untuk bekerja,” tuturnya.

Namun, di lokasi tersebut, pemukiman mereka dibakar massa, termasuk harta bendanya, sehingga yang tersisa hanya tinggal baju di badan.

“Saya sudah menginstruksikan kepada jajaran sapta keluarga dengan kasih (sagasih) juga memberikan perhatian khusus, sebab mereka masih traumatik dalam perjalanan ini,” katanya.

Sebelumnya, 11 warga mantan Gafatar itu, sempat bermalam di Griya Dharma Kusuma (GDK), rumah tamu milik pemkab.

Mereka dipulangkan setelah lokasi penampungan Gafatar di Desa Antibar, Kecamatan Tanjungdalem, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, dibakar massa, pada 19 Januari.

Sesuai data, empat KK dengan jumlah 11 jiwa berasal dari Kecamatan Kapas, Kasiman, Tambakrejo dan Sumberrejo. Mereka yaitu, Iksan (37), warga Kecamatan Kapas dan Sari Botno (33), warga Desa Ngaglik, Kecamatan Kasiman;

Selain itu, Sujarno (34), warga Dusun Taji RT 23 RW 04, Desa Sukorejo, Kecamatan Tambakrejo, 34, bersama Mariyatun (30), istri, dan anaknya yaitu Nurul Fatmala (8), dan Axel Raihan Diandra Putra.

Lainnya, warga Dusun Badug RT 07 RW 02, Desa Sumuragung, Kecamatan Sumberejo, Matrais (54), bersama keluarganya yaitu Sri Ayomi (54), istri, dengan anak-anaknya yaitu Robert Ari Wibowo (21), Teresia Intan Devita Dewi (15), dan Takirada Karinda Zizah Damara (7)

Leave a Comment