Share

Pemkab Bojonegoro Dukung Terbitnya Regulasi Sumur Minyak

Bojonegoro (Media Center) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, mendukung terbitnya regulasi yang mengatur pengelolaan lapangan sumur minyak tua di Kecamatan Kedewan, agar tidak terjadi pelanggaran.

“Pemkab akan terus mendorong terbitnya regulasi pengelolaan sumur minyak tua di Kecamatan Kedewan,” kata Bupati Bojonegoro Suyoto, di Bojonegoro, Senin (5/10).

Secara pokok, katanya, regulasi yang mengatur pengelolaan lapangan sumur minyak tua dengan mengacu untuk kesejahteraan penambang. Lainnya, ada pendapatan untuk negara dan penambangan sumur minyak tua tidak merusak lingkungan.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur, Irjen. Anton Setiadji, menyatakan akan membahas bersama jajaran pemkab, juga Pertamina EP Asset 4 Cepu, Jawa Tengah, soal regulasi pengelolaan lapangan sumur minyak tua, Selasa (6/10).

“Semakin cepat terbit regulasi soal penambangan sumur minyak tua semakin baik. Kalau tidak ada regulasi, maka pelanggaran penambangan sumur minyak tua akan terus terjadi,” katanya, menegaskan.

Ia mengaku berkunjung ke lapangan sumur minyak tua di Kecamatan Kedewan, untuk memperoleh masukan dari para penambang.

“Kami datang kesini untuk mencari masukan ingin mengetahui keinginan penambang,” katanya, kepada ratusan penambang minyak mentah dalam dialog di Balai Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan.

Usai pertemuan,”Vice President Health Safety Security Enviroment” PT Pertamina EP Heri Budiarso, menjelaskan soal imbalan jasa atau ongkos angkat dan angkut yang diterima penambang menyesuaikan dengan harga minyak dunia.

“Kalau dulu semasa dikelola KUD harga minyak dunia mencapai 100 dolar Amerika Serikat/barel. Tapi, sekarang harga minyak dunia sekitar 45 dolar Amerika Serikat/barelnya,” katanya.

Keterangan yang diperoleh kanalbojonegoro bahwa di Desa Wonocolo, Mbeji dan Hargomulyo, Kecamatan Kedewan, terdapat 720 titik sumur, baik sumur minyak tua maupun sumur minyak baru.

Dari lapangan sumur minyak peninggalan Belanda itu, jumlah produksi minyak mentah yang disetorkan kepada Pertamina EP Asset 4 Cepu, berkisar 500-700 barel/hari, dan berkisar 400-500 barel/hari, masih dijual keluar oleh penambang termasuk yang disuling secara tradisional. (sa/mcb)

Leave a Comment