Share

Pemkab Bojonegoro Gelar Peringatan Isro’ Mi’roj di Pendopo

Bojonegoro – Peringatan Isro’ Mi’roj pada tanggal 11 Maret 2021 diperingati oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, melalui kegiatan pembinaan mental. Acara digelar di Pendopo Malowopati Jalan Mas Tumapel No l Bojonegoro, Rabu (10/ 03/2021).

 

Hadir pada acara ini Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah, Sekretaris Daerah Bojonegoro Nurul Azizah, Asisten l, ll, lll Bojonegoro, Forkopimda, kepala OPD serta camat se-Bojonegoro.

 

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Bojonegoro Sahari menuturkan bahwa kegiatan peringatan Isra’ Miraj merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Pemkab Bojonegoro.

 

“Namun karena masih dalam masa pandemi peringatan tahun ini digelar secara sederhana dan penuh hikmat,” ucapnya.

 

Sahari juga menjelaskan, dengan terlaksananya kegiatan peringatan Isra’ Miroj diharapkan dapat membawa manfaat dan hikmah bagi masyarakat, khususnya bagi Pemkab Bojonegoro.

 

Selain itu, Sahari juga menambahkan untuk pesertanya sendiri juga dibatasi karena tetap mematuhi protokol kesehatan.

 

Kegiatan pembinaan mental diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Ahmad Shohibul Izaar. Usai lantunan ayat suci dibacakan, tausiah mengenai peringatan hari besar Isra’ Miraj disampaikan langsung oleh Ustadz K.H. Tajuddin S.H

 

Dalam tausiahnya, K.H. Tajuddin menyampaikan Peringatan Isra’ Miraj ini merupakan peringatan perjuangan Nabi Muhammad SAW ketika mendapatkan amanah sebagai pemimpin atas umat dari Allah SWT. Selain itu, Rosul juga menjalani cobaan ketika menjalankan amanah tersebut.

 

Sikap Nabi Muhammad SAW saat menjalankan amanah dan menghadapi cobaan inilah yang wajib dijadikan suri tauladan dalam kehidupan.

 

“Beberapa sikap Rasul yang harus kita contoh yaitu sikap profesional dalam melaksanakan amanah untuk memimpin umatnya. Ketika mengerjakan tugas, beliau selalu fokus mengedepankan pelayanan terhadap para umatnya di atas kepentingan pribadi. Tidak hanya itu, Allah pun memberikan cobaan berat mulai dari cacian, makian, fitnah dan sempat dianggap tidak adil saat menjalankan tugas. Namun Nabi Muhammad selalu menghadapi cobaan tersebut dengan sabar,” urai Ustadz Tajuddin.

 

Ustadz Tajuddin mengajak seluruh peserta pembinaan mental selalu fokus terhadap tugas yang telah diberikan. “Lakukan pekerjaan yang diberikan kepada kita dengan niat, usaha dan segenap potensi yang kita miliki,” terangnya.(FIF/NN)

Leave a Comment