Share

Pemkab Bojonegoro Gelar Rakor Pengembangan Kawasan Agropolitan

Bojonegoro (Media Center) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (26/11), mengelar rapat koordinasi (rakor) dengan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di jajaran pemkab, untuk pengembangan kawasan agropolitan di tujuh kecamatan,

“Pengembangan wisata agropolitan harus dilaksanakan secara terus menerus tidak bisa berhenti disini saja,” kata Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemkab Bojonegoro Akhmad Murtadho, dalam rakor di kebun salak di Desa Tanjungharjo, Kecamatan Kapas.

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan konsep pengembangan kawasan agropolitan di tujuh kecamatan dengan mengolah  potensi produk unggulan di wilayahnya masing-masing, seperti salak, mangga dan belimbing.

Tujuh kecamatan yang menjadi sasaran pengembangan kawasan agropolitan yaitu Kapas, Dander, Kalitidu, Trucuk, Temayang, Margomulyo dan Malo.

Bahkan, ia juga menjelaskan di Kecamatan Dander, juga akan dikembangkan wisata air, juga wisata lainnya.

“Produk salak di Kecamatan kapas, juga mangga di Kecamatan Dander dan belimbing di Kecamatan Kalitidu, sekarang ini mulai dikembangkan menjadi berbagai produk olahan makanan, seperti sirup, es cream, juga lainnya,” paparnya.

Oleh karena itu, menurut dia, pengembangan kawasan Kapas, Dander dan Kalitidu, menjadi kawasan wisata agropolitan harus dilakukan berkesinambungan.

“Pengembangan kawasan agropolitan harus dilakukan secara bersamaan, baik melalui dukungan anggaran desa, kabupaten, provinsi dan Pemerintah,” katanya, menegaskan.

Sesuai data, di Kecamatan Kapas, terdapat 105.070 pohon salak, di atas lahan pekarangan warga di Desa Wedi, Tanjungharjo, Kalianyar, Tapelan, padangmentoyo, Bangilan, Sembung, Bendo, Klampok dan Kedaton.

Kepala Bidang Ekonomi Bappeda Provinsi Jawa Timur, Bambang Indarto, optimistis kawasan agropolitan di tujuh kecamatan di daerah setempat, akan mengalami perkembangan pesat, pada pada 2016.

“Perasaan saya pengembangan kawasan agropolitan di Bojonegoro akan berkembang pesat pada 2016. Ini kalau dilihat potensinya yang bisa dikembangkan, mulai salak, belimbing, juga produk unggulan lainnya,” katanya, menegaskan.

Ketua DPRD Bojonegoro Mitro’atin, yang hadir dalam kesempatan itu, menyatakan mendukung langkah pemkab dalam mengembangkan kawasan agropolitan di tujuh kecamatan di daerahnya.

“DPRD mendukung sepenuhnya, karena pengembangan kawasan agropolitan ini membawa manfaatkan yang baik bagi masyarakat,” katanya, menegaskan.

Selain digelar rakor, juga digelar pameran berbagai produk unggulan dari tujuh kecamatan yang menjadi sasaran pengembangan kawasan agropolitan. (*/mcb)

Leave a Comment