Share

Pemkab Bojonegoro Gelar Rapat Evaluasi Kerusuhan Minyak

Bojonegoro (Media Center) – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro,  Jawa Timur,  Kamis (13/8),  menggelar rapat evaluasi penanganan dampak kerusuhan tenaga kerja minyak Blok Cepu, sebagai langkah untuk pelaksanaan kelanjutan pekerjaan proyek Enginering Procumeent Construction (EPC) I Blok Cepu di Kecamatan Gayam, dan pencapaian produksi puncak 165 ribu barel/hari.

“Prinsipnya pekerjaan proyek EPC I harus segera dilanjutkan, agar tidak menganggu jadwal produksi puncak minyak Blok Cepu,” kata Bupati Bojonegoro Suyoto, dalam rapat itu.

Hadir dalam rapat Executive Vice President and General Manager Exxon Mobil  Cepu Limited (EMCL), Daniel L. Wieczynski,  Pengawas dari SKK Migas, Yulius Wiratno,  Vice Presdident Public and Goverment Afair EMCL, Erwin Maryoto, Direktur Pengamanan Obyek Vital Polda Jawa Timur, Kombes Yoyok,  dan jajaran perwakilan PT Tripatra-Samsung, Jakarta.

Menurut Suyoto, kasus kerusuhan tenaga kerja di proyek EPC I di Kecamatan Gayam,  yang terjadi `1 Agustus lalu, merupakan pengalaman berharga, dan harus tidak terulang lagi.

Oleh karena itu, menurut dia,  harus ada peningkatan dalam sistem keamanan, agar kalau ada potensi kejadian kerusuhan serupa bisa dengan cepat segera diantisipasi.

Pada kesempatan itu, Executive Vice President and General Manager EMCL Daniel L. Wieczynski, menjelaskan akan selalu memastikan sistem keamanan di kawasan proyek minyak Blok Cepu berjalan dengan baik.

“Kami juga akan mengurangi jumlah tamu yang berkunjung untuk mengurangsi resiko gangguan keamanan,” ucapnya..

Dalam rapat evaluasi itu, disepakati sekitar 7.000 tenaga kerja proyek EPC I Blok Cepu,  di bawah PT Tripatra-Samsung, Jakarta, yang sekarang diliburkan setelah kerusuhan, akan mulai bekerja kembali, pekan depan.

“Masuknya tenaga kerja proyek EPC I akan dilakukan secara bertahap sambil memantau kondisi keamanan,”  kata Project Site Manager PT Tripatra-Samsung, Jakarta Raymon Ras Fuldy. (sa/mcb).

Leave a Comment