Share

Pemkab Bojonegoro Minta EMCL Ubah Sistem Keamanan

Bojonegoro (Media Center) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, akan meminta ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) mengubah sistem keamanan yang selama ini diberlakukan di kawasan minyak Blok Cepu, di Kecamatan Gayam, untuk mempermudah koordinasi.

“Selama ini sistem keamanan di proyek minyak Blok Cepu “kaku”. Pejabat pemkab juga petugas kepolisian yang akan masuk ke lokasi harus meminta izin EMCL di Jakarta,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Bojoengoro Soehadi Moelyono, di Bojonegoro, Senin (3/8).

“Turunnya izin juga lama. Bisa dua pekan baru turun,” ucapnya, dibenarkan Kepala Bakesbangpol Linmas Pemkab Bojonegoro Hanafi.

Hanafi menambahkan dirinya pernah datang ke lokasi bersama petugas Imigrasi Surabaya, untuk mendata jumlah tenaga kerja luar negeri yang bekerja di proyek Blok Cepu.

Tapi, lanjut dia, kedatangan mereka ditolak masuk oleh petugas keamanan, dengan alasan harus menunggu izin dari Jakarta.

“Ya akhirnya kami hanya berada di luar pagar. Saya hanya bisa menunjukkan nama-nama bangunan yang ada dalam kawasan proyek minyak Blok Cepu, kepada petugas Imigrasi Surabaya,” ucapnya.

Hal serupa, lanjut Soehadi, juga dikeluhkan Kapolsek Gayam AKP Sudirman, yang bertanggung jawas atas keamanan di wilayahnya, termasuk kawasan minyak Blok Cepu, yang masuk Kecamatan Gayam.

Oleh karena itu, menurut Soehadi, EMCL harus memperlunak sistem keamanan di kawasan proyek Blok, dengan mempertimbangkan kepentingan pejabat Pemerintah juga yang memiliki kepentingan keamanan, seperti polisi.

Soal sistem keamanan itu, lanjut dia, akan dibawa di dalam pembahasan penanganan proyek minyak Blok Cepu, setelah amuk massa tenaga kerja, dengan mengundang EMCL, SKK Migas, juga berbagai pihak terkait lainnya, Senin (3/8).

Keterangan yang diperoleh, aksi massa tenaga kerja proyek minyak Blok Cepu, dua hari lalu, yang dipicu sulit keluar dari lokasi untuk makan siang, telah merusak, antara lain, sejumlah perkantoran PT Tripatra, yang disebut Gedung Tripatra “Site Office”.

Massa juga mengambil dan merusak 135 AC, dan menjarah puluhan tabung pemadam kebakaran untuk dilempar-lemparkan. Selain itu, ada sejumlah mobil yang rusak, salah satunya dibakar oleh massa.

Mobil yang rusak yaitu Innova warna putih nopol S 1950 AK, milik Firmansyah (manajer konstruksi), dan Fortuner Silver L 1965 ZB milik Carly, warga Irlandia. Pajero S 1044 AM, milik CV Prima Abadi, Honda Mobillio L 1963 AZ, milik tamu, Nissan Avara S 9934 D, milik Kamidin.(sa/*mcb)

Leave a Comment