Share

Pemkab Bojonegoro Minta Petani Pantau TMA Bengawan Solo

Bojonegoro, 10/1 (Media Center) – Kondisi Tinggi Muka Air (TMA) sungai Bengawan Solo yang fluktuatif dan hujan yang terjadi di wilayah hulu maupun hilir harus diperhatikan oleh semua pihak. Salah satunya adalah petani yang berada di Daerah Alisan Sungai (DAS) Bengawan Solo yang terdampak jika sungai terpanjang di pula jawa ini meluap. Untuk itu, Pemkab Bojonegoro mengimbau agar para petani terus memantau perkembangan ketinggian air dan curah hujan untuk memprediksi adanya potensi banjir memasuki area persawahan.

Untuk mengurangi resiko kerugian areal pertanian, Pemkab berharap agar petani tidak melakukan panen dini, hanya berdasarkan informasi yang tidak akurat. Menurut Kabag Humas Bojonegoro, Heru Sugiharto, petani harus memanfaatkan media baik radio, media cetak maupun media sosial untuk melihat kondisi.

“Seperti tahun lalu banyak petani kita yang memilih panen dini hanya karena takut padi yang sebentar lagi panen terendam banjir. Nyatanya banjir tak sampai merendam areal persawahan mereka,” lanjut Heru.

Ia menjelaskan, bahkan Bupati Bojonegoro rela terjun langsung menjumpai para petani untuk, memberikan informasi langsung kepada masyarakat agar tidak terburu-buru panen dini. Apalagi kini prediksi banjir akibat luapan sungai bengawan solo sudah bisa diprediksikan ketinggian atau level, waktu banjir akan menggenangi Bojonegoro dan daerah yang terdampak.

“Kita sudah memiliki sistem informasi yang dapat dipertanggungjawabkan, jadi intensifkan informasi dan aktif mendengarkan informasi,” imbaunya.

Selain itu Pemerintah Bojonegoro juga mensosialisasikan kepada petani di daerah rawan terdampak banjir Bengawan Solo agar mengikuti asuransi pertanian yang biayanya relatif ringan. Yakni Petani hanya perlu membayar premi Rp36 ribu per 1 hektare dari total premi Rp180 ribu. Sementara, sisanya akan dibayarkan oleh pemerintah.

Sementara itu berdasarkan data yang ada ,setidaknya delapan kecamatan diwilayah Bojonegoro sudah memanfaatkan asuransi pertanian yakni Kecamatan Balen 180,01 ha, Kecamatan Padangan 187,28 ha, Kecamatan Kapas 773,76 ha, Kecamatan Bojonegoro 288,75 ha, Kecamatan Kanor 275,79 ha, Kecamatan Sumberejo 28.25 ha, Kecamatan Trucuk 85,43 ha, Kecamatan Sekar 352,25 ha, Kecamatan Baureno 500,44 ha dan Kecamatan Temayang 69,00 ha, ini adalah data ditahun 2016. (*humas/mcb)

Leave a Comment